
MONCER: Memori manis Abdul Kirom, striker mungil pilar juara Persebaya Surabaya yang cetak gol ke Arema ketika menang 6-1. (Youtube Omah Balbalan)
JawaPos.com — Keberhasilan sebuah tim dalam dunia sepak bola seringkali dipengaruhi oleh sosok-sosok yang memiliki kekuatan luar biasa, baik dalam hal teknik bermain maupun semangat juang yang tak kenal lelah.
Salah satu cerita inspiratif dalam sejarah Persebaya Surabaya adalah kisah Abdul Kirom, seorang striker mungil namun penuh dengan keberanian dan tekad untuk membawa timnya meraih kemenangan, bahkan di dua kasta kompetisi yang berbeda.
Abdul Kirom pertama kali mengukir namanya dalam sejarah Persebaya pada musim 1996/1997. Saat itu, Green Force dihuni oleh striker-striker papan atas Liga Indonesia seperti Jacksen F Tiago, Reinald Pietersz, dan Yusuf Ekodono. Namun, meskipun bersaing dengan nama-nama besar tersebut, Kirom selalu berhasil mencuri perhatian dengan performa luar biasa.
Musim itu, Persebaya berhasil meraih trofi juara setelah mengalahkan Bandung Raya dengan skor 3-1 dalam laga final yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada 28 Juli 1997. Kirom, dengan tinggi badan yang mungkin terlihat kurang mengesankan bagi sebagian orang, membuktikan bahwa keberanian dan kemampuan tidak tergantung pada postur tubuh.
Namun, setelah meraih kesuksesan bersama Persebaya, Kirom memilih untuk menerima tawaran dari klub lain, termasuk Arseto Solo, Persijatim Jakarta Timur, dan Persikad Depok. Namun, panggilan untuk kembali membela warna Green Force tidak pernah pudar dari pikirannya.
"Tapi, kondisi saat itu memaksa saya pergi dari Persebaya," ujar Kirom dikutip dari kanal Youtube Omah Balbalan.
Pada periode keduanya bersama Persebaya, Kirom menemukan kesuksesan yang tak kalah gemilang. Kali ini, mereka berkiprah di Divisi Satu, atau kasta kedua kompetisi saat itu. Meskipun menghadapi persaingan yang tidak kalah sengit, Kirom dan rekan-rekannya berhasil meraih gelar juara serta promosi ke Divisi Utama.
"Saya kembali pergi dari Persebaya karena tahu diri. Saya pikir sulit bersaing dengan sejumlah nama besar yang bergabung di Persebaya jelang musim 2004," pungkas Kirom yang juga pernah mempersembahkan medali emas cabor sepak bola PON 2020 untuk Jawa Timur itu.
Namun, kisah Abdul Kirom tidak hanya tentang kemenangan dan keberhasilan semata. Keputusannya untuk meninggalkan Persebaya setelah meraih sukses bukanlah karena keinginannya sendiri, melainkan karena kondisi dan situasi yang memaksa. Kirom, dengan tulusnya, mengungkapkan bahwa sejatinya dia ingin tetap bertahan, namun keadaan pada saat itu membuatnya harus mengambil keputusan sulit.
Salah satu momen yang mencatatkan namanya dalam sejarah Persebaya adalah ketika dia memilih untuk kembali ke klub tersebut meskipun ditawari oleh Persib Bandung, klub besar dari Jawa Barat. Keputusannya membela warna Green Force kembali membawa kesuksesan, kali ini dalam bentuk gelar juara Divisi Satu Liga Indonesia 2003.
Kisah Abdul Kirom adalah bukti nyata bahwa kesuksesan tidak tergantung pada postur tubuh atau nama besar. Keberanian, ketekunan, dan semangat juang adalah kunci utama dalam meraih kemenangan, baik di lapangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan Kirom sebagai striker mungil yang membawa Persebaya juara di dua kasta berbeda adalah cerminan dari tekad dan dedikasi yang tidak kenal lelah untuk meraih impian.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
