
SI RUBAH: Shin Tae-yong mendapat julukan Si Rubah karena kecerdikannya semasa aktif sebagai pemain. (AFP PHOTO/Stanley CHOU/WSG STANLEY CHOU / WORLD SPORT GROUP / AFP)
JawaPos.com — Ketika menyebut nama Shin Tae-yong, mungkin yang terlintas di benak kita adalah seorang pelatih sepak bola yang mengguncang dunia dengan strategi cemerlangnya.
Namun, sebelum menjadi pelatih terkenal, Shin Tae-yong adalah seorang pemain sepak bola yang gemilang, terutama saat berkarier di Korea Selatan.
Dilahirkan pada masa yang berbeda, Shin Tae-yong muda bukanlah sosok yang asing di kancah sepak bola Korea Selatan. Sebagai seorang pemain, Shin memiliki kisah panjang yang penuh dengan prestasi dan penghargaan.
Shin Tae-yong memulai kariernya sebagai pemain profesional pada 1992 bersama klub Seongnam Ilhwa Chunma. Bersama klub ini, Shin membuktikan dirinya sebagai seorang pemain yang tangguh dan cerdas di lapangan.
Selama 12 tahun membela Seongnam, Shin Tae-yong berhasil mencetak sejumlah gol dan meraih berbagai gelar domestik, termasuk enam gelar Liga Korea Selatan dan satu trofi FA Korea Selatan.
Puncak kejayaan Shin Tae-yong sebagai pemain terjadi pada 1995-1996. Pada masa ini, Shin tampil gemilang dengan meraih penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Korea Selatan dan menjadi pencetak gol terbanyak dengan 21 gol.
Gaya permainannya yang cepat, cerdik, dan stabil membuatnya dijuluki sebagai "Rubah di Lapangan" yang ditakuti oleh lawan-lawannya.
Selain sukses di level klub, Shin Tae-yong juga memperoleh capaian yang mengesankan di level internasional. Dia tampil bersama Timnas Senior Korea Selatan pada periode 1992-1997, mengumpulkan 23 caps dengan tiga gol. Keberhasilannya di lapangan membuatnya menjadi sosok yang dihormati di dunia sepak bola Korea Selatan.
Statistik Shin Tae-yong Selama Kariernya Sebagai Pemain Seongnam FC dan Brisbane Roar:
Penampilan 76
Gol 18
Assists 13
Kartu Kuning 8
Kartu Kuning Kedua 0
Kartu Merah 0

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
