Selebrasi gol Diogo Campos Gomes (kanan) bersama David da Silva setelah membawa Persebaya unggul 3-0 atas Arema FC di Stadion Batakan, Balikpapan.
JawaPos.com — Kisah perjalanan tim sepakbola Arema FC melawan Persebaya Surabaya dalam ajang Liga 1 telah menjadi saga tersendiri bagi para pecinta sepakbola Indonesia. Salah satu momen epik dalam pertemuan kedua tim ini adalah kemenangan spektakuler Arema yang dipimpin oleh Milomir Seslija, pelatih terakhir yang mampu membawa Singo Edan mengalahkan Green Force pada tahun 2019 silam.
Pertarungan sengit antara kedua tim ini tak pernah kehilangan daya tariknya bagi para penikmat sepakbola Tanah Air. Namun, keberhasilan Arema mengalahkan Persebaya pada pertandingan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada tanggal 15 Agustus 2019, menjadi salah satu kenangan manis bagi para pendukung Singo Edan.
Milo, sapaan akrab Milomir Seslija, mencetak sejarah dengan memainkan skuad terbaiknya dalam pertandingan tersebut. Dendi Santoso menjadi bintang dengan membuka keunggulan bagi Arema pada menit ke-29, mengakhiri babak pertama dengan skor 1-0 untuk tuan rumah.
Babak kedua menjadi panggung bagi para penggawa Arema yang tak kenal lelah menyerang, dengan tambahan tiga gol dari legiun asingnya. Arthur Cunha membawa kegembiraan pada menit ke-71, diikuti oleh Sylvano Comvalius pada menit ke-87, dan Makan Konate menutup pertandingan dengan golnya di menit ke-90+2.
Namun, setelah kemenangan spektakuler tersebut, Arema gagal meraih kemenangan atas Persebaya dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Sebanyak enam pelatih, termasuk Milomir Seslija sendiri, harus menelan pil pahit karena tak mampu membawa timnya meraih tiga poin.
Mario Gomez, pelatih berikutnya setelah Milo, juga tak mampu mematahkan dominasi Persebaya. Pertemuan di babak semifinal Piala Gubernur Jawa Timur 2020 di Stadion Gelora Supriyadi, Blitar, berakhir dengan keunggulan Persebaya 4-2.
Eduardo Almeida, yang mencatatkan rekor 23 laga tanpa kekalahan bersama Arema di Liga 1 2021-2022, juga harus mengakui keunggulan Persebaya. Meskipun Arema berhasil bermain imbang 2-2 di putaran pertama, mereka kalah tipis 0-1 di putaran kedua.
Kekecewaan kembali menyelimuti Arema saat Javier Roca menjabat sebagai pelatih pada Liga 1 2022-2023. Dalam pertemuan kandang, Arema harus mengakui keunggulan Persebaya 2-3, di mana pertandingan berujung pecahnya Tragedi Kanjuruhan.
Penerusnya, Joko Susilo, juga gagal mengubah nasib Arema. Di pertemuan lainnya, mereka kalah tipis 0-1 setelah gagal memanfaatkan peluang menyamakan skor di menit-menit akhir lewat eksekusi penalti.
Fernando Valente menjadi pelatih terakhir yang mengalami kekecewaan saat Arema kalah 1-3 dari Persebaya pada pertemuan pertama kedua tim di Liga 1 2023-2024.
Dalam rentetan pertemuan antara Arema dan Persebaya, kemenangan sensasional yang diraih oleh tim Singo Edan di bawah asuhan Milomir Seslija pada tahun 2019 menjadi titik terang yang kemudian tenggelam dalam deretan kegagalan mengalahkan Bajul Ijo dalam beberapa musim berikutnya.
Meskipun telah mengalami kegagalan, pertarungan antara kedua tim ini tetap menjadi salah satu pertandingan yang paling ditunggu-tunggu dalam dunia sepakbola Indonesia. Dari kemenangan gemilang hingga tragedi yang tak terlupakan, perjalanan Arema melawan Persebaya menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Liga 1 Indonesia.
Seiring berjalannya waktu, harapan para pendukung Arema untuk melihat tim kesayangan mereka meraih kemenangan atas Persebaya tetap menyala. Mungkin suatu hari nanti, Arema akan kembali mengukir kemenangan bersejarah yang akan dikenang oleh generasi mendatang.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
