
OBRAL KARTU: Agus Fauzan (kanan) memberikan kartu kuning buat bomber Persebaya Paulo Victor (kiri). (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pelatih, ofisial, dan pemain Persebaya Surabaya langsung bertepuk tangan. Tepukan itu ditujukan kepada wasit Agus Fauzan saat dia menuju lorong seusai pertandingan melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya. Tepuk tangan itu adalah bentuk sindiran atas kinerja Agus Fauzan yang dirasa berat sebelah.
’’Saya ini sportif kalau kalah, tapi saya rasa wasit ada dendam pribadi kepada Persebaya,’’ keluh pelatih Persebaya Aji Santoso. Alwi Slamat dkk gagal menang untuk kali keenam kemarin sore. Green Force dikalahkan Persik dengan skor 0-1 melalui gol penalti Flavio Silva (80’).
’’Gol penalti lawan saya terima, tapi kami seharusnya dapat dua penalti,’’ tegas Aji. Dia menilai dua kali pemain Persik menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti sendiri. ’’Ini berkali-kali terjadi, sepertinya dengan bukti nyata mereka (wasit) memiliki dendam pribadi kepada Persebaya,’’ lanjutnya.
Khususnya, wasit utama Agus Fauzan. Bahkan, Aji masih ingat betul bagaimana kepemimpinan wasit asal Sleman musim lalu tersebut ketika sistem bubble di Bali. ’’Ketika melawan Madura United, Samsul Arif saat itu dijatuhkan di kotak penalti, itu 2 meter di depannya, malah dibiarkan,’’ kecamnya. ’’Sekali lagi, saya curiga dia punya dendam pribadi kepada Persebaya,’’ tambah pria asal Malang itu.
Dengan kekalahan kemarin, Aji pun mengakui target untuk bisa bertengger di enam besar pada akhir kompetisi sangat sulit. Dia hanya bisa menjanjikan bahwa Persebaya akan berusaha menyapu bersih sisa pertandingan dengan kemenangan. ’’Ya, tetap harus maksimal,’’ ujarnya.
Pemain Persebaya Deny Agus menegaskan, timnya sebenarnya tidak kalah. Wasitlah yang membuat Persebaya kalah. ’’Kami frustrasi dengan keputusan-keputusannya. Kami sudah latihan keras, tapi di pertandingan diperlakukan seperti itu oleh wasit,’’ keluh Deny.
Sementara itu, kemenangan atas Persebaya kian menambah catatan apik Persik. Enam kali kemenangan berturut-turut dicatatkan Persik. Dari peringkat ke-17, saat ini mereka naik ke peringkat ke-13.
Pelatih Persik Divaldo Alves mengatakan, kemenangan yang diraih anak asuhnya kemarin tidak mudah. Gaya main Persebaya hampir sama dengan Macan Putih. ’’Tapi, kami akhirnya berhasil mengeksploitasi ruang kosong di lini pertahanan Persebaya,’’ bebernya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
