Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 23.00 WIB

Paul Munster Kecam Sanksi Komdis PSSI Kepada Wahyudi Hamisi, Ini Menggelikan dan Memalukan

MEMALUKAN: Sanksi Komdis PSSI kepada Wahyudi Hamisi bagi Paul Munster sungguh menggelikan dan memalukan. (PSS Sleman) - Image

MEMALUKAN: Sanksi Komdis PSSI kepada Wahyudi Hamisi bagi Paul Munster sungguh menggelikan dan memalukan. (PSS Sleman)

JawaPos.com — Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terhadap pemain PSS Sleman, Wahyudi Hamisi.

Dalam kritiknya yang tajam, Paul Munster menyebutkan bahwa sanksi tersebut bukanlah contoh yang baik bagi kompetisi sepak bola Indonesia.

Insiden yang memicu sanksi terjadi ketika Wahyudi Hamisi melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persebaya, Bruno Moreira. Tindakan itu sangat kasar sehingga menimbulkan protes dari pihak Persebaya, yang menginginkan sanksi yang lebih berat bagi Wahyudi Hamisi. Namun, wasit pada saat itu hanya memberikan kartu kuning atas insiden tersebut.

Paul Munster mengekspresikan kekecewaannya terhadap keputusan Komdis PSSI yang hanya memberikan larangan bertanding selama tiga pertandingan dan denda sebesar Rp25 juta kepada Wahyudi Hamisi. Baginya, sanksi tersebut tidak sebanding dengan kesalahan yang dilakukan oleh pemain PSS Sleman tersebut.

Mantan pelatih Bhayangkara FC itu menunjukkan keheranannya terhadap keputusan tersebut. Pelatih asal Irlandia itu kemudian mencontohkan jika tindakan serupa terjadi di jalanan, pelakunya bisa mendapat hukuman penjara selama tiga tahun. Dia menilai bahwa sanksi tiga pertandingan dan denda yang diberikan oleh Komdis PSSI tidaklah mencerminkan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi.

“Saya terkejut ketika mendengar hasil ini. Ini menggelikan. Jika seseorang melakukan ini di jalan. Anda setidaknya menerima hukuman tiga tahun penjara,” ungkapnya dengan kesal.

Lebih lanjut, Paul Munster menggambarkan sanksi tersebut sebagai ‘menggelikan’ dan ‘memalukan’. Baginya, sanksi tersebut tidak memberikan contoh yang baik bagi pemain sepak bola di Indonesia, terlepas dari tingkat liga mana pun. Paul Munster menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi seharusnya tidak dibiarkan tanpa hukuman yang sesuai.

“Itu memalukan. Ini tidak memberi contoh untuk siapa pun di semua liga. Liga 1, Liga 2, Liga 3. Hal ini bukanlah contoh yang bagus untuk situasi ini,” pungkasnya.

Kritik pedas yang disampaikan oleh Paul Munster menyoroti pentingnya penegakan disiplin dalam sepak bola. Dia menegaskan bahwa tindakan kasar seperti yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi harus ditindak dengan tegas untuk menjaga integritas dan moralitas permainan.

Baginya, sanksi yang diberikan oleh Komdis PSSI tidaklah cukup untuk menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan dalam sepak bola tidak akan ditoleransi.

Kritikan Paul Munster terhadap sanksi Komdis PSSI terhadap Wahyudi Hamisi mencerminkan ketegasannya dalam mendukung keadilan dan fair play dalam sepak bola. Dia menegaskan bahwa tindakan kekerasan seperti yang terjadi dalam insiden tersebut tidak hanya merugikan tim lawan, tetapi juga mencoreng citra kompetisi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

Dengan demikian, kritikan pedas Paul Munster tersebut menjadi panggilan untuk penegakan disiplin yang lebih ketat dalam menjaga integritas dan moralitas permainan, serta menegaskan bahwa pelanggaran serius harus ditindak dengan sanksi yang sesuai.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore