Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Maret 2024 | 22.17 WIB

Mengenang Tekel Brutal Wahyudi Hamisi ke Robertino Pugliara; Tulang Betis Patah, Pakai Plat, hingga Pemulihan Operasi 6 Bulan

MEMORI KELAM: Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, saat menjenguk Robertino Pugliara di rumah sakit  pada Minggu (14/10). (Satriowcs for Persebaya) - Image

MEMORI KELAM: Pelatih Persebaya, Djadjang Nurdjaman, saat menjenguk Robertino Pugliara di rumah sakit pada Minggu (14/10). (Satriowcs for Persebaya)

JawaPos.com — Cedera serius yang dialami oleh Robertino Pugliara, gelandang andalan Persebaya Surabaya, telah mengguncang dunia sepak bola Indonesia.

Insiden tragis tersebut terjadi dalam pertandingan melawan Borneo FC, di mana Robertino Pugliara menjadi korban dari tekel brutal yang dilakukan oleh pemain lawan, Wahyudi Hamisi.

Pada menit ke-19 pertandingan, Robertino Pugliara harus ditarik keluar lapangan setelah menjadi korban tekel yang mengakibatkan patah tulang betis kaki kanannya. Tekel yang dilakukan Hamisi tanpa ampun telah mengakhiri musim Robertino Pugliara lebih cepat dan membawa dampak yang serius bagi karier sepak bolanya.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, dokter Rumah Sakit Orthopedi Surabaya menyatakan bahwa Robertino Pugliara harus menjalani operasi untuk memulihkan patah tulang yang dialaminya. Operasi tersebut dilakukan agar mempercepat proses pemulihan, namun membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Pagi itu, 14 Oktober 2018, Robertino Pugliara memberikan pamitan kepada tim dan seluruh penggemar Persebaya dengan rasa sedih yang mendalam. Kehilangan kesempatan untuk membantu tim di tahap terakhir kompetisi merupakan pukulan besar baginya.

Di tengah rasa kecewanya, Robertino Pugliara tetap mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh Bonek, dengan menyampaikan salam satu nyali, Wani!

“Saya sangat sedih lebih dari apa pun, karena tidak dapat membantu tim di tahap terakhir dan paling penting dalam kompetisi ini,” kata Robertino Pugliara dilansir dari laman resmi Persebaya Surabaya. “Terima kasih banyak atas dukungan seluruh Bonek. Salam satu nyali, Wani!” lanjutnya.

Dokter tim Persebaya, dr. Pratama Wicaksana, menjelaskan bahwa cedera yang dialami Robertino Pugliara cukup serius. Selain patah tulang betis, juga terdapat robek pada ligamen ankle. Hal ini memaksa Robertino Pugliara untuk mengakhiri musim lebih cepat dan menjalani proses pemulihan yang memakan waktu kurang lebih enam bulan.

"Kondisi yang dialami Tino menyebabkan dia mengakhiri musim lebih cepat, karena proses pemulihan pasca operasi membutuhkan waktu kurang lebih enam bulan," ujar dokter yang akrab disapa Tommi itu.

"Operasi berjalan lancar, untuk patah tulang betis (fibula) dilakukan pemasangan plat. Sedangkan untuk putusnya ligamen, dilakukan penjahitan,” lanjutnya.

Presiden Persebaya, Azrul Ananda, turut berduka cita atas kejadian yang menimpa Robertino Pugliara. Kehilangan pemain sekaliber Robertino Pugliara merupakan pukulan besar bagi tim, namun Azrul berharap bahwa insiden ini dapat membuka mata dan hati banyak pihak tentang pentingnya menjaga sportivitas dalam sepak bola.

“Kehilangan Robertino tentu merupakan pukulan besar bagi kami. Dia salah satu anutan tim dan sosok yang sangat profesional. Kami berharap, apa yang terjadi pada Tino, dan pada banyak pemain lain di liga di Indonesia, bisa membuka mata dan hati banyak pihak. Kejadian ini yang seharusnya bisa dipreventif kalau sportivitas benar-benar dijaga dan dikawal. Tino bukanlah yang pertama dan saya khawatir bukan yang terakhir,” kata Azrul.

Meskipun operasi yang dijalani Robertino Pugliara berjalan lancar, pemulihan yang dibutuhkan tetap tidak bisa diabaikan. Meski berharap agar Robertino Pugliara dapat segera meninggalkan rumah sakit, proses pemulihan yang memakan waktu hingga enam bulan tidak dapat dipersingkat.

Sementara itu, untuk menggantikan peran yang ditinggalkan oleh Robertino Pugliara, tim pelatih terus mencari opsi yang tepat. Rendi Irwan dan Fandi Eko Utama menjadi beberapa nama yang dipertimbangkan untuk mengisi kekosongan saat itu.

Dalam mengenang insiden tragis yang menimpa Robertino Pugliara, kita diingatkan akan pentingnya menjaga sportivitas dan fair play dalam setiap pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore