
PROTES KERAS: Persebaya Surabaya layangkan protes keras tindakan Wahyudi Hamisi dan ketegasan wasit kontroversial Ginanjar Rahman Latief. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Pernyataan resmi yang diunggah oleh Persebaya Surabaya melalui kanal Instagram resminya memperlihatkan keprihatinan yang mendalam terhadap insiden pelanggaran keras yang dilakukan oleh Wahyudi Hamisi terhadap pemain mereka, Bruno Moreira.
Tidak hanya mengungkapkan keprihatinan terhadap aksi brutal Hamisi, Persebaya Surabaya juga menyoroti tindakan wasit Ginanjar Rahman Latief yang dianggap gagal menanggapi dengan tegas insiden tersebut, meninggalkan pemain mereka dalam bahaya yang nyata.
Dalam pernyataan tersebut, Persebaya Surabaya menggambarkan kejadian tragis yang dialami oleh Robertino Pugliara pada 2018, ketika tulang fibula kakinya patah akibat tekel kejam dari Wahyudi Hamisi. Insiden tersebut mengakhiri karier sepak bola Pugliara dan menciptakan luka yang mendalam dalam sejarah klub.
Sekarang, pada 3 Maret 2024, peristiwa yang mirip terulang kembali, kali ini dengan Bruno Moreira sebagai korban. Aksi kekerasan Hamisi terhadap Bruno, yang diawali menendang kemudian menginjak kepala pemain tersebut dengan sengaja, menimbulkan risiko serius terhadap nyawa Bruno.
Persebaya Surabaya dengan tegas mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh Hamisi. Mereka menyoroti betapa membahayakannya perbuatan tersebut, karena bisa mengakibatkan cedera serius bahkan kematian.
Perilaku semacam itu tidak hanya merusak reputasi sepak bola sebagai olahraga yang sportif, tetapi juga mengancam keselamatan para pemain. Klub juga menyoroti ketidakwajaran tindakan wasit Ginanjar Rahman Latief yang hanya memberikan kartu kuning kepada Hamisi, padahal insiden tersebut jelas merupakan pelanggaran serius yang seharusnya dihukum dengan kartu merah sesuai dengan aturan yang berlaku.
Persebaya Surabaya juga menunjukkan kekecewaannya terhadap tindakan wasit yang dianggap abai dalam menanggapi insiden tersebut. Mereka menekankan bahwa keberadaan pemain seperti Hamisi dalam lapangan bukan hanya membahayakan para pemain lawan, tetapi juga merusak integritas dan keselamatan permainan. Klub berjanji untuk mengirimkan surat dan bukti-bukti kepada PSSI terkait perilaku barbar Hamisi dan ketidakprofesionalan wasit dalam menangani insiden tersebut.
Pernyataan Resmi Persebaya Surabaya di akun instagram resmi mereka:
Wasit Ginanjar Latief Biarkan Hamisi Bahayakan Nyawa Bruno
Pada 13 Oktober 2018, tulang fibula kaki Robertino Pugliara patah di Stadion Gelora Bung Tomo. Penyebabnya tekel dengan dua kaki dari belakang yang dilakukan Wahyudi Hamisi. Tekel itu begitu kejam dan mematikan. Sejak saat itu tamatlah karier sepak bola Pugliara.
Kemarin, 3 Maret 2024, kebrutalan Hamisi terulang. Korbannya kini adalah Bruno Moreira. Di saat Bruno sedang tersungkur kesakitan, setelah kakinya ditendang dari belakang oleh bek lawan, bola menggelinding ke arah kepalanya, tanpa ampun Hamisi menghajar kepala Bruno dengan sepatunya.
Dari video SLIDE PERTAMA jelas terlihat, tendangan Hamisi memang sengaja ditujukan ke kepala Bruno, bukan ke bola.
Persebaya menilai betapa membahayakan perbuatan Hamisi itu. Tindakan menendang kepala bagian belakang bisa menyebabkan traumatic brain injury, mengakibatkan cacat bahkan kematian. Hari ini, manajemen Persebaya akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada Bruno untuk memastikan kondisinya baik-baik saja.
Anehnya untuk perbuatan barbar seperti itu, wasit Ginanjar Rahman Latief hanya memberikan kartu kuning ke Hamisi. Sama seperti kejadian 13 Oktober 2018, Hamisi sangat jelas dan layak untuk diberikan kartu merah, namun hanya diberi kartu kuning. Padahal, jelas dalam Kode Disiplin PSSI, maupun Law 12 dalam Laws of The Game, violent conduct seperti itu hukumannya adalah kartu merah langsung.
Di mana posisi wasit Ginanjar saat kejadian? Hamisi menghajar kepala Bruno tepat di depan Ginanjar dalam jarak yang sangat dekat seperti terlihat di screen shot di SLIDE KEDUA.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
