Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Februari 2024 | 18.03 WIB

Mengenang Kisah Gaji Andik Vermansah di Era IPL yang Baru Lunas 4 Tahun Kemudian

CAIR: Andik Vermansah (kiri) menerima pelunasan gajinya di Persebaya Surabaya. (JawaPos) - Image

CAIR: Andik Vermansah (kiri) menerima pelunasan gajinya di Persebaya Surabaya. (JawaPos)

JawaPos.com — Sebuah cerita panjang dan penuh perjuangan telah melingkupi kisah gaji pemain Persebaya Surabaya era Indonesian Premier League (IPL) 2013, terutama bagi sosok yang begitu dikenal, Andik Vermansah.

Setelah empat tahun menunggu, akhirnya tunggakan gaji para pemain lokal, termasuk Andik Vermansah, berhasil dicairkan pada 2017 oleh manajemen baru kala itu.

Bertempat di sebuah rumah makan di Jalan Kartini, Surabaya, Andik Vermansah dan empat rekan setimnya akhirnya menerima hak mereka yang tertahan selama bertahun-tahun. Empat pemain lain yang juga ikut hadir adalah Jusmadi, Hery Prasetyo, Nurmufid Fastabikul Khairat (Fasta), dan Aris Afriansyah.

"Setelah menunggu sekian lama, akhirnya turun juga. Rasanya sangat lega," kata Andik Vermansah dengan senyum lebar dilansir dari Jawa Pos Koran Edisi 22 Februari 2017.

Kehadiran Andik Vermansah dalam acara pencairan tersebut tidak hanya membawa rasa lega karena akhirnya haknya terbayarkan, tetapi juga kebahagiaan yang terpancar dari senyumnya yang tak henti-hentinya. Andik Vermansah menerima gajinya secara tunai, yang terlihat dari tumpukan uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu yang diserahkan langsung oleh Manajer Persebaya Surabaya kala itu, Choesnoel Farid.

Meskipun Andik Vermansah enggan membocorkan jumlah nominal yang diterimanya, namun dia menyatakan bahwa uang tersebut akan dia tabung. "Uangnya akan saya tabung," ujarnya.

Andik Vermansah juga tak lupa memberikan apresiasi kepada manajemen baru Green Force, PT Jawa Pos Sportainment, yang telah melunasi tunggakan dari manajemen lama. Baginya, hal ini merupakan sebuah tanggung jawab yang layak diapresiasi. Namun, Andik bukan satu-satunya yang menerima pembayaran tunggakan gaji.

Pemain asing Goran Gancev juga menerima haknya secara terpisah, yang akan digunakan untuk biaya persalinan istrinya di Makedonia.

"Sebuah tanggung jawab yang layak diapresiasi,” ujar Andik Vermansah kala itu memberikan apresiasi kepada manajemen baru Green Force yang saat itu dipegang oleh PT Jawa Pos Sportainment untuk mau melunasi tunggakan manajemen lama.

Goran Gancev, meskipun bukan lagi bagian dari tim, menyatakan rasa rindunya terhadap Persebaya Surabaya dan Bonek. Dia berharap bisa kembali mengenakan kostum hijau Persebaya Surabaya di masa depan dan menjadi bagian dari skuad tersebut. Harapannya adalah agar Persebaya Surabaya segera kembali bermain di Liga 1 dan dia dapat bergabung kembali dengan tim kesayangannya.

"Senang, akhirnya uang yang saya tunggu cair juga," kata Goran Gancev kala itu. Uang itu nanti langsung dikirim ke istrinya, Alexandra, di Makedonia. "Yang pasti, disimpan untuk biaya persalinan," ucap pemain yang kala itu sedang proses pencarian klub.

"Semoga Persebaya bisa secepatnya main di Liga 1 dan saya bisa jadi salah satu bagian dari skuadnya,” pungkas pemain asal Makedonia tersebut.

Kisah pembayaran tunggakan gaji para pemain, terutama Andik Vermansah, dan harapan Goran Gancev untuk kembali bersama Persebaya Surabaya merupakan cerminan dari ketulusan dan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai rintangan di dunia sepak bola. Meskipun butuh waktu yang cukup lama, namun akhirnya keadilan pun datang bagi mereka yang telah berjuang keras di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore