
CETAK REKOR: Diogo Campos (kanan), pemain Persebaya melepaskan tendangan ke arah gawang saat sesi latihan di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya 6 November 2017. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya, salah satu kekuatan besar dalam kancah sepak bola Indonesia, tidak hanya dikenal karena prestasinya di lapangan, tetapi juga karena kebijakan transfer yang cerdas.
Dalam beberapa musim terakhir, berdasarkan data Transfermarkt, Persebaya Surabaya telah berhasil menjual beberapa pemain dengan harga pasaran yang menggiurkan meskipun statusnya free transfer. Fakta itu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu klub dengan kebijakan transfer yang terorganisir dengan baik di Indonesia.
Pada musim 2019/2020, Persebaya Surabaya berhasil meraih transfer bebas yang menguntungkan dengan melepas beberapa pemain kunci mereka. Salah satunya adalah Diogo Campos, gelandang serang asal Brasil berusia 29 tahun, yang bergabung dengan Borneo FC Samarinda. Dengan harga pasaran mencapai 375.000 euro, transfer Campos menjadi salah satu yang paling mahal dalam sejarah klub.
Tidak hanya itu, pemain lain seperti Amido Balde dari Guinea-Bissau juga dilepas pada musim yang sama. Balde, yang berposisi sebagai penyerang tengah, bergabung dengan PSM Makassar dengan harga pasaran 350.000 euro, menambah catatan menarik perjalanan klub.
Musim berikutnya, pada 2020/2021, Persebaya Surabaya kembali melepas David da Silva ke Terengganu FC dalam Liga Super Malaysia. Meskipun transfer tersebut free, tetapi harga pasaran mencapai 300.000 euro seperti kepindahan Osvaldo Haay ke Persija Jakarta, tetapi tetap menjadi bagian dari keberhasilan klub dalam mengoptimalkan nilai jual pemain.
Tidak hanya pemain asing, Persebaya Surabaya juga berhasil memanfaatkan potensi pemain lokal untuk mendapatkan keuntungan dari transfer. Pada musim 2023/2024, Rizky Ridho, seorang bek tengah berbakat berusia 21 tahun, bergabung dengan Persija Jakarta dengan nilai transfer mencapai harga pasaran 325.000 euro.
Meskipun tercatat free transfer, namun hal ini menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya mampu mengorbitkan pemain-pemain muda yang andal.
Selain itu, klub juga telah melakukan transfer ke luar negeri yang menarik. Daniel Ola, bek tengah asal Ghana, adalah contoh yang menarik. Meskipun transfer ini terjadi pada musim 2010/2011 ketika klub masih bermain di Liga Virsliga Latvia, namun harga pasarnya mencapai harga pasaran 350.000 euro. Itu menunjukkan bahwa Persebaya Surabaya memiliki sejarah panjang dalam menjual pemain dengan harga yang menarik.
Pada musim 2022/2023, pemain seperti Taisei Marukawa dan Bruno Bruno juga dilepas ke klub-klub dalam Liga 1 Indonesia dan Liga Super Yunani. Meskipun harga transfer keduanya sama-sama (free agent), tapi harga pasaran mencapai 300.000 euro. Hal ini menambah catatan positif klub dalam mengatur anggaran keuangan mereka untuk memilih pemain yang tepat.
Tidak hanya memanfaatkan transfer pemain untuk mendapatkan keuntungan finansial, Persebaya juga berhasil menjual pemain dengan harga yang wajar sesuai dengan kualitas mereka. Rachmat Irianto, bek tengah berbakat berusia 22 tahun, dilepas ke Persib Bandung pada musim 2022/2023 dengan harga pasaran 300.000 euro. Meskipun dalam kondisi free transfer, namun keberhasilan klub dalam memaksimalkan nilai jual pemain muda ini patut diapresiasi.
Kebijakan transfer yang cerdas dan terorganisir dengan baik telah menjadi salah satu kunci keberhasilan Persebaya Surabaya dalam mengelola aset pemain mereka. Dengan menjual pemain dengan harga-harga pasaran yang menggiurkan, klub ini tidak hanya berhasil mengoptimalkan nilai jual pemain, tetapi juga memperkuat keuangan klub untuk investasi di masa depan.
Meskipun demikian, tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan tim dan kepentingan finansial tetap menjadi fokus utama bagi manajemen Persebaya. Dengan catatan sukses yang telah mereka buat dalam beberapa musim terakhir, tidak diragukan lagi bahwa Persebaya Surabaya telah menjadi salah satu model dalam hal kebijakan transfer yang cerdas di kancah sepak bola Indonesia.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Persebaya Surabaya telah mencetak rekor transfer keluar yang menggiurkan dalam beberapa musim terakhir, menunjukkan bahwa mereka bukan hanya menjadi kekuatan besar di lapangan, tetapi juga di pasar transfer.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
