Ernando Ari harus istirahat sekitar satu sampai dua minggu untuk bisa pulih dari cedera bahu yang dialaminya ketika Persebaya Surabaya menghadapi Bhayangkara FC. (Persebaya)
JawaPos.com — Pemain sepak bola, dengan intensitas latihan dan pertandingan yang tinggi, seringkali menjadi rentan terhadap cedera. Salah satu contoh yang baru-baru ini terjadi adalah cedera yang dialami oleh kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi, saat membela Persebaya Surabaya dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC, Minggu (4/2).
Cedera tersebut tidak hanya menimbulkan dampak bagi karier sepak bolanya, tetapi juga menyoroti pentingnya pemahaman akan jenis-jenis cedera bahu yang mungkin terjadi dalam olahraga sepak bola.
Ernando Ari, yang merupakan salah satu kiper terkemuka dalam timnya, harus absen sekitar dua pekan setelah mengalami cidera pada bahunya. Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyatakan bahwa cedera tersebut diduga sebagai dislokasi atau pergeseran posisi tulang, terutama di bahu sebelah kanan sang kiper. Hal ini menimbulkan perhatian yang mendalam dari seluruh pihak terkait, termasuk tim medis dan para penggemar sepak bola Indonesia.
Cedera bahu, seperti yang dialami oleh Ernando Ari, dapat terjadi dalam berbagai mekanisme. Salah satunya adalah jatuh dengan posisi tangan menumpu berat badan, yang mungkin terjadi dalam situasi-situasi seperti menyelamatkan bola di udara atau menahan diri dari jatuh setelah suatu benturan. Hantaman langsung ke bahu juga bisa menjadi penyebab cedera, terutama dalam situasi-situasi di mana kontak fisik dengan pemain lawan tidak terhindarkan. Selain itu, bahu tertarik dalam posisi ekstrim juga dapat mengakibatkan cedera, terutama jika gerakan tersebut dilakukan dengan keras atau mendadak.
Dalam kasus Ernando Ari, cedera bahunya terjadi pada menit ke-90+1 dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC. Hal ini menunjukkan bahwa risiko cedera bahu tidak terbatas pada situasi-situasi tertentu, tetapi bisa terjadi kapan saja selama pertandingan atau latihan. Oleh karena itu, penting bagi para pemain, pelatih, dan tim medis untuk selalu waspada terhadap kemungkinan cedera tersebut.
Dilansir dari laman resmi Mayapada Hospital, ada beberapa jenis cedera bahu yang mungkin dialami oleh seorang pemain sepak bola. Salah satunya adalah dislokasi atau subluksasi bahu, di mana tulang bahu keluar dari posisinya yang normal. Hal ini dapat disebabkan oleh trauma langsung atau gerakan yang keras pada bahu. Gejalanya termasuk nyeri yang mendadak, bengkak di daerah bahu, serta sulitnya mengangkat atau menggerakkan bahu.
Selain itu, instabilitas bahu juga merupakan jenis cedera yang umum terjadi dalam olahraga sepak bola. Hal ini terjadi ketika ligamen atau struktur penyangga lainnya dalam bahu mengalami kerusakan atau kelemahan, sehingga menyebabkan bahu menjadi tidak stabil. Gejalanya bisa mirip dengan dislokasi bahu, dengan tambahan perasaan bahwa bahu terasa 'lepas' atau tidak stabil.
Robekan tendon atau otot bahu juga bisa menjadi masalah serius bagi seorang pemain sepak bola. Terutama pada posisi kiper, di mana gerakan melompat atau menahan diri dengan tangan atas seringkali diperlukan, cedera ini dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk melakukan gerakan tersebut dengan efektif.
Cedera lain yang mungkin terjadi adalah patah tulang bahu, yang tentunya merupakan cedera yang lebih serius dan memerlukan penanganan medis yang lebih intensif. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam laporan mengenai cedera Ernando Ari, penting untuk menyadari bahwa risiko ini juga ada dalam olahraga sepak bola.
Penanganan cedera bahu dapat bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Dalam beberapa kasus, rehabilitasi medik mungkin sudah cukup untuk memulihkan kondisi seseorang, sementara dalam kasus yang lebih serius, tindakan operasi mungkin diperlukan. Operasi tersebut bertujuan untuk mengembalikan jaringan yang cedera dalam posisi anatomis dan fungsional yang normal, dengan tujuan utama untuk mengurangi risiko cedera berulang di masa depan.
Dalam hal ini, penting untuk dicatat bahwa tindakan operasi dapat dilakukan secara minimal invasif melalui teknik artroskopi, yang merupakan metode yang lebih modern dan memiliki risiko komplikasi yang lebih rendah. Namun, baik itu melalui rehabilitasi medik atau operasi, proses pemulihan dan rehabilitasi selanjutnya sangat penting untuk mengembalikan fungsi dan performa bahu ke level yang diinginkan.
Dalam kasus Ernando Ari, pelatih Paul Munster berharap agar sang kiper dapat pulih dalam waktu satu atau dua minggu untuk kembali berlatih dan bersiap menghadapi laga selanjutnya. Kehadiran Ernando Ari dalam tim Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia sangatlah vital, terutama mengingat perannya yang tidak tergantikan di bawah mistar gawang.
Harapannya, cedera ini tidak hanya menjadi hambatan sementara, tetapi juga menjadi momentum untuk Ernando Ari untuk semakin kuat dan lebih waspada terhadap potensi cedera di masa depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
