Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 September 2022 | 02.14 WIB

Komisaris PT Persebaya Indonesia: Kami Bisa Tolak Mundurnya Azrul

BEBAN BERAT: Ceo Persebaya Surabaya, Azrul Ananda memohon maar dihadapan bonek, saat mediasi di Kantor Managemen Persebaya, Surabaya Town Square, Jumat (16/9/2022). Dari hasil evaluasi dan pasca kekalahan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, presiden bonek t - Image

BEBAN BERAT: Ceo Persebaya Surabaya, Azrul Ananda memohon maar dihadapan bonek, saat mediasi di Kantor Managemen Persebaya, Surabaya Town Square, Jumat (16/9/2022). Dari hasil evaluasi dan pasca kekalahan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, presiden bonek t

JawaPos.com-Azrul Ananda mundur sebagai CEO Persebaya Surabaya. Surat pengunduran dirinya diserahkan pekan depan.

Bagaimana tanggapan petinggi PT Persebaya Indonesia (PI)? Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Bagus Putra Pamungkas dengan Komisaris PT PI yang juga legenda Persebaya Ferril Raymond Hattu.

Azrul mundur. Sebagai komisaris, bagaimana Anda melihat keputusan itu?

Saya rasa keputusan itu bukan hanya karena insiden di Sidoarjo, tetapi merupakan akumulasi dari kejadian sebelumnya seperti perekrutan pemain muda dan tanpa bintang musim ini.

Sampai Azrul jadi emosional. Padahal, dia adalah anak muda idealis yang punya visi bagus bersama Persebaya.

Jadi, Azrul masih dianggap sebagai sosok yang pas memegang Persebaya?

Dia punya visi membentuk tim sepak bola modern yang baik. Bagaimana sih membuat tim mapan finansial dan berprestasi?

Klub sudah dibawa ke arah sana dan itu butuh proses. Kalau tiba-tiba (CEO) diganti di tengah jalan, proses itu bisa berubah. Semua kan butuh proses.

Surat pengunduran diri tetap akan diserahkan pada Senin (19/9). Apa siap ditinggal Azrul?

Kami bisa lakukan evaluasi. Saya ini komisaris sekaligus pemegang saham. Kami akan berdiskusi dengan mereka dan tim. Apa latar belakang pengunduran diri ini?

Dari hasil diskusi ini, kami akan lakukan penilaian. Bisa saja hasilnya adalah surat pengunduran diri itu kami tolak. Saya paham dia sedang kesal. Sebab, manajemen memang terus mendapat tekanan.

Namun, bagaimana kalau Azrul tetap ngotot ingin mundur?

Silakan kalau memang dia mau mundur. Tapi, kami bisa tidak menyetujui. Kami bisa melakukan veto. Kami bisa lihat bahwa Azrul tertekan karena ada kritikan dari suporter.

Makanya, kami mohon kesadaran teman-teman suporter bisa memahami ini. Persebaya ini kan organisasi profesional. Nanti semua manajemen klub dikontrol melalui RUPS.

Photo

Ferril Raymond Hattu (Angger Bondan/Jawa Pos)

Jadi, komisaris lebih memihak kepada Azrul?

Kami bukan mbelani Azrul. Kami sering beda pendapat. Pernah sampai bersitegang juga. Tapi, kami tidak mau Persebaya ini nggak keurus.

Persebaya sekarang ini sudah berada di jalan yang benar. Kalau kesandung sekali–dua kali, itu biasa. Yang penting, klub sudah berjalan ke arah yang benar.

Berjalan ke arah yang benar itu seperti apa?

Mohon maaf, ya. Saya jujur saja. Zaman dulu suporter selalu minta Persebaya menang ketika main di kandang. Pokoknya, laga home menangan.

Manajemen yang dulu bisa mewujudkan tiga poin karena kadang caranya tidak benar. Kalau sekarang? Tidak mungkin. Azrul percaya proses yang jujur. Kok mikir aneh-aneh, sponsor judi aja dia nggak mau kok. Ditolak masuk Persebaya.

Termasuk perekrutan mayoritas pemain muda musim ini?

Itu sebenarnya dilakukan untuk kepentingan masa depan tim. Makanya, Persebaya melakukan kontrak jangka panjang. Itu juga sebagai lanjutan atas kompetisi internal yang digulirkan dan kami terus perbaiki kualitasnya.

Dengan begitu, lahirlah Marselino Ferdinan yang muncul dari Persebaya ke timnas. Kalau mereka tidak diberi kesempatan, lalu kapan? Kalau di antara sepuluh pemain muda yang ada, tiga pemain saja yang jadi tumpuan timnas, siapa yang diuntungkan?

Tapi, suporter kan inginnya menang terus. Kami juga ingin seperti itu. Tapi, semua butuh proses.

Apa yakin Persebaya bisa finis tiga besar dengan skuad muda saat ini?

Dengan komposisi saat ini, mau finis di tiga besar memang butuh effort tinggi. Tapi, apakah mimpi itu bisa direalisasikan? Semua bisa terjadi.

Kami masih memiliki putaran kedua. Kami masih bisa melakukan pergantian dan perombakan pemain. Ini belum separo kompetisi. Masih banyak yang bisa dilakukan.

Lalu, bagaimana dengan finansial klub selama ini?

Mengelola sepak bola itu tidak murah. Biayanya mahal sekali. Kami sempat sudah sangat baik saat awal musim 2020. Tim juga menargetkan juara. Tapi, begitu pandemi datang, kompetisi tidak jalan. Uang klub Rp 19 miliar menguap.

Sebab, federasi tidak segera memberi kejelasan kompetisi. Sementara, kami harus terus membayar gaji pemain. Padahal, selama kompetisi mandek, sponsor tidak mau memberi aliran dana. Apakah manajemen mengeluh?

Terakhir, apa harapan ke depan untuk Persebaya?

Saya kira semua harus sama-sama belajar. Baik manajemen maupun suporter. Semua harus sama-sama bisa menahan diri.

Tentu saja kejadian tadi siang (kemarin siang, Red) jadi pelajaran berharga semua pihak. Jadi, ke depannya, manajemen dan suporter harus bisa menyamakan serta saling menghormati posisi dan tugas masing-masing.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore