
KUDA HITAM: Egy Maulana Vikri yakin Timnas Indonesia bisa beri kejutan meskipun jadi kuda hitam jelang laga menghadapi Jepang. (Tim Media PSSI)
JawaPos.com – Pertandingan krusial menanti Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 saat mereka menghadapi Jepang pada Rabu (24/1) di Stadion Al Thumama, Doha. Timnas Indonesia, yang dikenal sebagai kuda hitam turnamen, akan menjalani laga penentuan di Grup D.
Sebutan ‘kuda hitam; dalam olahraga bukanlah hal yang baru. Menilik situs web Britishcouncil.org, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan tim atau peserta yang tidak diunggulkan dalam sebuah kompetisi.
Meskipun terdapat perbedaan dengan istilah ‘underdog’ yang lebih menyoroti peserta yang tidak pernah dianggap akan memenangkan kompetisi, kuda hitam mengacu pada kekuatan yang tidak diketahui yang dapat membuat kejutan.
Kisah Leicester City dalam Liga Inggris musim 2015/2016 adalah contoh nyata dari kuda hitam. Tim yang dianggap underdog tersebut berhasil meraih gelar juara, melampaui ekspektasi semua pihak. Demikian pula, Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 diharapkan dapat menuliskan kisah serupa.
Timnas Indonesia, yang berstatus kuda hitam dalam Piala Asia 2023, telah menarik perhatian banyak pihak. Seiring dengan penampilan mengesankan mereka, Indonesia berada di jalur yang dapat menghasilkan kejutan besar. Sebagaimana kisah Leeds United di Liga Inggris musim ini, yang dianggap sebagai kuda hitam dan berhasil menempati peringkat kesembilan, Timnas Indonesia juga berusaha menciptakan prestasi tak terduga.
Justin Hubner, defender andalan Timnas Indonesia yang berasal dari Akademi Wolverhampton, menyatakan kesiapannya menghadapi Jepang. Dalam pernyataannya, Hubner menegaskan bahwa fokus harus tertuju pada persiapan tim sendiri tanpa terlalu memikirkan kekuatan lawan. Dia juga mengharapkan agar Timnas Indonesia sudah memastikan tempat di babak 16 sebelum bertanding melawan Jepang.
Meskipun asal-usul istilah ‘kuda hitam’ masih diperdebatkan, Irish Times mencatat bahwa salah satu versi mengaitkannya dengan seorang Amerika pada abad ke-19. Ceritanya melibatkan seseorang yang berkeliling dengan menunggang kuda berwarna hitam yang tampak biasa. Meski terlihat sederhana, kuda tersebut ternyata mampu berlari lebih cepat dari pesaingnya, dan pemiliknya berhasil memenangkan sejumlah balapan kuda.
Kisah ini kemudian ditulis oleh Benjamin Disraeli dalam novelnya berjudul ‘The Young Duke’ pada tahun 1831. Dalam tulisannya, Disraeli menggunakan istilah ‘kuda hitam’ untuk menggambarkan kejutan besar yang dihasilkan oleh kuda tersebut. Sejak itu, istilah ini diadopsi dalam dunia olahraga untuk merujuk kepada peserta atau tim yang mampu memberikan kejutan tak terduga.
Kisah ini kemudian berlanjut ke Piala Dunia yang selalu menyajikan cerita-cerita menarik, terutama melibatkan tim-tim kuda hitam. Kroasia, dalam Piala Dunia 1998 dan 2018, mencatatkan prestasi luar biasa sebagai tim kuda hitam. Pada 2018, mereka bahkan berhasil mencapai final, meskipun kalah di laga puncak dari Prancis.
Uruguay pada Piala Dunia 2010 juga menjadi kuda hitam dengan berhasil melaju ke babak semifinal. Meskipun kalah di laga tersebut, mereka memberikan dampak besar pada turnamen tersebut.
Korea Selatan di Piala Dunia 2002 menciptakan sejarah dengan menjadi tuan rumah bersama Jepang dan mencapai babak semifinal, meski dikelilingi kontroversi. Begitu pula dengan Bulgaria pada Piala Dunia 1994 yang, di bawah bimbingan Hristo Stoichkov, mencapai babak semifinal dan menyingkirkan tim-tim besar.
Sebagai kuda hitam Piala Asia 2023, Timnas Indonesia siap menantang Jepang. Meskipun Jepang diunggulkan karena menempati peringkat 17 di Ranking FIFA, Timnas Indonesia yang bertengger di peringkat 146, dengan semangat juang dan kualitas pemainnya, berharap untuk menciptakan kejutan besar. Dengan sejarah kuda hitam yang menginspirasi dari berbagai turnamen sebelumnya, Timnas Indonesia berusaha menulis babak baru dalam sejarah Piala Asia.
Dengan perpaduan antara kisah kuda hitam dalam olahraga dan semangat Timnas Indonesia di Piala Asia 2023, kita disuguhkan drama yang penuh ketegangan dan harapan. Apakah Indonesia mampu menjadi kuda hitam sejati dan mengukir prestasi yang tak terlupakan? Jawabannya hanya dapat ditemukan dalam detik-detik menegangkan di lapangan Stadion Al Thumama, Doha, Rabu (24/1). Saksikan bagaimana Garuda, dengan sayapnya yang berkibar, bersiap untuk terbang tinggi dan menciptakan sejarah baru.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
