
Photo
JawaPos.com-Tiga klub sudah dibawa Rifal Lastori promosi dari Liga 2 ke Liga 1. Yakni, PSIS Semarang (2017), PSS Sleman (2018), dan RANS Nusantara FC (2021). Musim ini, ’’hokinya’’ diharapkan bisa membawa klub barunya, PSIM Jogjakarta, naik ke divisi tertinggi.
-----Farid S. Maulana, Jogjakarta----
Sebenarnya ada sedikit kekecewaan dari Rifal Lastori ketika dipinjamkan Borneo FC ke PSIM Jogjakarta. Sebab, hati kecilnya ingin sekali bermain di Liga 1. Ingin merasakan kerasnya persaingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Apalagi, sudah tiga kali dia membawa klub yang dibelanya promosi ke Liga 1. Yakni, PSIS Semarang pada 2017, PSS Sleman pada 2018, dan yang paling anyar adalah RANS Nusantara FC musim lalu. Bagi dia, sudah cukup pembuktian untuk bisa bermain di Liga 1.
Tapi apa daya, musim ini dia harus kembali bermain di Liga 2. Klubnya, Borneo FC, meminjamkannya ke PSIM Jogjakarta.
’’Semua pemain tentu ingin main di Liga 1, termasuk saya. Tapi, jalannya sudah begini, jadi dijalani saja,’’ katanya kepada Jawa Pos (22/6).
Di PSIM, Lastori diharapkan bisa mengulangi keberuntungannya bersama tiga klub sebelumnya. Yakni, membawa promosi dari Liga 2 ke Liga 1. Sebuah ’’beban’’ yang mau tak mau harus ditanggung lagi musim ini.
Lastori mengaku tidak masalah banyak yang menganggapnya ’’bawa hoki’’. Yang jelas, pemain 25 tahun itu tidak ingin terbebani dengan ’’hoki’’ tersebut. ’’Kalau dibilang bawa hoki, ya tidak apa-apa. Kenyataannya seperti itu,’’ ucapnya.
Namun, Lastori menegaskan bukan hoki yang membuatnya bisa membawa tiga klub promosi. Kerja keras di tiap latihan adalah rahasianya. ’’Selalu total. Selalu memberikan yang terbaik tiap kali latihan dan pertandingan,’’ ujarnya.
Rahasia lain, Lastori selalu memasrahkan kariernya kepada Tuhan. Dia tidak mau punya target muluk-muluk. Dirinya hanya ingin bermain baik dan memberikan kemenangan kepada tim yang dibela.
’’Kalau sudah kerja keras, tinggal serahkan kepada Tuhan. Dia akan berikan jalan terbaik,’’ katanya.
Pria asli Halmahera Utara itu sebenarnya tidak menyangka bisa bergabung dengan PSIM. Terutama ketika suporter PSIM menyambutnya dengan antusiasme luar biasa. Padahal, pada 2018, PSIM dan suporternya adalah rival berat PSS, tim yang dibelanya saat itu.
Sambutan yang luar biasa tersebut yang membuatnya makin bersemangat. Dia terlecut ingin memberikan prestasi kepada PSIM. Tentu, prestasi itu adalah membawa promosi klub kebanggaan Kota Gudeg tersebut.
Keyakinan itu sangat besar. Apalagi, Lastori melihat skuad PSIM cukup mumpuni. Banyak pemain berkualitas bergabung musim ini.
Di luar itu, dia juga melihat ada faktor yang membuat kekuatan PSIM luar biasa. Yakni, faktor kekeluargaan. Faktor itu yang diyakininya akan jadi senjata utama PSIM dalam mengarungi Liga 2 nanti.
Pria kelahiran 9 Juni 1997 itu juga merasa nyaman di PSIM. Kehadiran pelatih Imran Nahumarury jadi salah satu faktornya. ’’Saya juga kenal banyak pemain di sini. Jadi, soal adaptasi sudah tidak terlalu masalah,’’ pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
