
Photo
JawaPos.com-Deltras Sidoarjo mengawali babak 16 besar dengan manis. Bertanding melawan PS Palembang di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, kemarin (6/3), The Lobsters menang tipis 1-0 lewat gol Mochamad Risal pada menit ke-35.
Pertandingan perdana grup AA berjalan sangat keras. Sembilan kartu kuning harus dikeluarkan wasit Muhammad Khisfan. Empat untuk pemain Deltras, sisanya untuk penggawa PS Palembang.
Permainan kedua tim juga keras menjurus kasar. Aksi saling dorong, saling tendang, dan keributan kerap terjadi dan beberapa kali menghentikan pertandingan.
Keributan itu diperparah dengan kepemimpinan wasit Khisfan yang tidak tegas dalam memberikan keputusan di dalam lapangan.
Puncaknya, pemain Deltras dan PS Palembang sempat ribut setelah pertandingan. Aksi saling pukul tidak terhindarkan. Pihak keamanan pun terpaksa turun tangan.
Pelatih Deltras Muhammad Zein Alhaddad mengaku tidak heran anak asuhnya terlalu emosional. Menurut Mamak, sapaannya, pemain lawan melakukan banyak tekling keras yang tidak digubris wasit. ’’Pemain kami ada yang dipukul juga tanpa melakukan apa pun,’’ ucapnya.
Walau menang, Mamak menilai tetap ada catatan. Khususnya soal finishing. ’’Ada dua sampai tiga peluang yang seharusnya bisa jadi gol. Ini harus segera dibenahi,’’ ujarnya.
Di kubu lawan, pelatih PS Palembang Jarot mengungkapkan, sebenarnya pertandingan berjalan sangat baik. Hanya, dia menyebut keputusan wasit Khisfan memihak Deltras. ’’Ditambah lawan juga sering memancing emosi pemain kami,’’ tegasnya.
Dia memang kecewa dengan kekalahan kemarin siang. Tapi, yang justru disayangkannya adalah kepemimpinan wasit. Menurut dia, tidak seharusnya wasit berlaku tidak adil di babak 16 besar Liga 3 Nasional. ’’Inilah wajah sepak bola Indonesia,’’ sebutnya.
Kekecewaan atas wasit juga disampaikan pelatih PSDS Deli Serdang Syahrial Effendy. Di pertandingan PSDS melawan Persedikab Kabupaten Kediri di lokasi yang sama setelah Deltras melawan PS Palembang, wasit yang memimpin pertandingan dianggapnya sangat memalukan.
’’Segala kekurangan di pertandingan ini ada di sisi seberang (wasit). Inilah gambaran sepak bola kita saat ini,’’ ucapnya.
PSDS bermain imbang melawan Persedikab 1-1. PSDS sempat unggul melalui gol Randika Ramadhan pada menit ke-34. Lalu, pemain Persedikab M. Khanafi membalasnya pada menit ke-36.
PSDS bermain dengan 10 pemain setelah bek Fahri Rozi dikartu merah wasit Cahya Sugandi pada menit ke-40. Setelah itu, banyak keputusan kontroversial dari wasit asal Jakarta tersebut.
Bahkan, Persedikab sempat diberi hadiah penalti, tetapi gagal berbuah gol oleh M. Delan I Selang. ’’Kami hanya punya sabar. Kami bersyukur pertandingan bisa selesai tanpa keributan,’’ terangnya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
