
John Tarkpor Sonkaliey ketika membela Persebaya Surabaya di Indonesia Super League (ISL). (12Paz)
JawaPos.com - We want peace in Liberia, peace in Monrovia adalah sepenggal lirik dari lagu Alpha Blondy musisi reggae asal Pantai Gading yang lahir pada 1 Januari 1953. Penggalan lirik tersebut berasal dari lirik lagu “Peace in Liberia” yang masuk dalam album Masada dan dirilis pada 1992.
Persebaya Surabaya sendiri memiliki memori indah dengan Liberia, terutama Monrovia, salah kota yang terletak di bagian barat Liberia. Kota di mana lahirnya John Tarkpor Sonkaliey yang telah melanglang buana di sepak bola Indonesia.
Sepak bola Indonesia telah menjadi saksi perjalanan karier yang luar biasa dari gelandang asal Liberia, John Tarkpor Sonkaliey. Pemain berpostur mungil ini lahir pada 16 Oktober 1986 di Monrovia, Liberia, dan telah meninggalkan jejak langkahnya di berbagai klub sepak bola Indonesia.
Karier Awal di Tanah Air
John Tarkpor Sonkaliey pertama kali mencicipi panggung sepak bola Indonesia saat bergabung dengan Mighty Barolle, sebelum melanjutkan perjalanannya bersama LPRC Oilers. Namun, perhatian terhadap bakatnya semakin meningkat ketika dia bergabung dengan Persiter Ternate pada masa promosi ke Divisi Utama 2005-2006.
Bukan tanpa alasan Persitara Jakarta Utara pada 2007-2009 kemudian memilih John Tarkpor Sonkaliey sebagai bagian dari skuadnya. Tiga musim bersama Persitara Jakarta Utara menjadi masa pembuktian kualitasnya, dan dia berhasil mencapai performa terbaiknya bersama klub tersebut.
Perjalanan Gemilang di Persitara Jakarta Utara
John Tarkpor Sonkaliey, meskipun berasal dari Afrika, menarik perhatian bukan karena postur tubuhnya yang tinggi, melainkan karena keahliannya yang luar biasa di lapangan. Dengan tinggi badan 165 cm, John Tarkpor Sonkaliey membuktikan bahwa kemampuan dan kecerdasan bermain lebih penting daripada postur fisik.
Dalam tiga musim bersama Persitara Jakarta Utara, John Tarkpor menjadi bagian kunci dalam membawa klub meraih prestasi di Indonesia Super League (ISL). Bersama para pemain bintang lainnya, John Tarkpor Sonkaliey berhasil membawa Persitara Jakarta Utara meraih tempat terbaik dalam kompetisi tersebut.
Gaya Bermain yang Unik dan Energetik
Meskipun bertubuh kecil, John Tarkpor Sonkaliey memiliki gaya bermain yang unik dan energik. Gerak lincahnya memungkinkannya untuk menyelinap di antara pemain lawan, dengan daya jelajah tinggi dan kemampuan bergerak tanpa lelah. Tak hanya itu, tendangan jarak jauhnya yang bertenaga seringkali menjadi senjata mematikan dalam mengancam gawang lawan.
Gaya bermain John Tarkpor Sonkaliey terkadang dibandingkan dengan rekan senegaranya, Zah Rahan Krangar, meskipun keduanya memiliki perbedaan. Jika Zah Rahan terlihat elegan dan skillful, John Tarkpor Sonkaliey lebih terlihat powerful. Dia menggunakan tubuhnya untuk bertahan dari sergapan lawan dan kaki untuk memberikan ancaman melalui tendangan jarak jauhnya.
Langkah Penuh Tantangan ke Persebaya Surabaya
Perebutan tanda tangan John Tarkpor Sonkaliey antara Persitara Jakarta Utara dan Persebaya Surabaya pada awal musim ISL 2009 menjadi perbincangan hangat. Meskipun awalnya terdapat polemik, Persebaya Surabaya akhirnya memenangkan perebutan tersebut. Langkah John Tarkpor Sonkaliey ke Surabaya pada 2009-2011 membuka babak baru dalam kariernya dan sekaligus menandai dirinya sebagai pemain asal Liberia pertama yang bermain untuk Persebaya Surabaya.
Di bawah seragam Green Force, John Tarkpor Sonkaliey tidak hanya menjadi pemain kunci tetapi juga diamanahi sebagai kapten tim. Meski kontroversial karena baru bergabung di awal musim, keputusan tersebut membuktikan kepercayaan pelatih terhadap kepemimpinan dan kualitas permainannya.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
