
Mat Halil kecewa dan sedih ketika dipaksa pensiun dini karena regulasi unik dari PSSI. (Persebaya)
JawaPos.com – Mat Halil, legenda sepak bola Indonesia, terutama dikenal karena dedikasinya yang tinggi kepada klubnya, Persebaya Surabaya. Lahir pada 3 Juli 1979 di Surabaya, Jawa Timur, Mat Halil telah memiliki karier yang panjang dan penuh prestasi di dunia sepak bola Indonesia.
Mat Halil adalah seorang pribadi yang bersemangat dan penuh kehidupan. Sebagai individu yang lahir di bawah naungan zodiak Cancer, kelembutan dan kepedulian alami menjadi ciri khasnya.
Karier Bermain
Kiprahnya sebagai warga negara Indonesia memberikan warna keberagaman dalam setiap aspek kehidupannya. Mat Halil bukan sekadar nama, melainkan cerminan perjalanan hidup yang penuh warna, menggambarkan dedikasi dan semangatnya untuk menjalani setiap momen di sepak bola Indonesia dengan penuh ketulusan.
Mat Halil memulai debut karier sepak bolanya dengan bergabung bersama tim PSSI Surabaya dan Persebaya Surabaya Junior. Selama 18 tahun, Mat Halil setia membela Persebaya Surabaya, menjadi salah satu pemain kunci di barisan pertahanan. Meskipun berposisi sebagai bek sayap kiri, Mat Halil terkenal karena kontribusinya yang tidak hanya dalam bertahan, tetapi juga dalam serangan. Dia sering kali mencetak gol.
Mat Halil telah menorehkan sejarah gemilang dalam dunia sepak bola Indonesia. Keberhasilannya bersama Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama, terutama saat meraih gelar Juara Divisi Utama Liga Indonesia pada 2004, menciptakan kenangan tak terlupakan bagi para penggemar. Sebelumnya, dalam perjalanan kariernya, Mat Halil turut membawa pulang gelar Juara Divisi I Liga Indonesia pada tahun 2003 dan 2006, memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan timnya.
Tak hanya itu, dalam kisahnya yang cemerlang, Mat Halil juga menyumbangkan prestasi dengan meraih Piala Gubernur Jatim pada 2006, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain terkemuka di Tanah Air. Selama perjalanan karier sepak bolanya, Mat Halil tidak hanya bermain untuk Persebaya Surabaya, tetapi juga mencatatkan namanya bersama klub lain seperti Persida Sidoarjo pada medio 2014 bersama legenda Persebaya Surabaya lainnya Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro.
Pada 2015, dia kemudian menyeberang ke Deltras Sidoarjo mengikuti jejak Uston Nawawi, sedangkan Bejo Sugiantoro memutuskan untuk gantung sepatu pada musim tersebut.
Pada 2017, Mat Halil terpaksa pensiun dari bermain sepak bola karena adanya regulasi PSSI yang membatasi usia pemain senior di Liga 2 hingga maksimal 35 tahun. Saat itu, Persebaya Surabaya akan bermain di Liga 2 2017, tetapi usia Mat Halil sudah mencapai 37 tahun.
Aktif Dalam Sepak Bola Usia Dini
Meskipun terpaksa pensiun, Mat Halil tidak berhenti terlibat dalam sepak bola. Pada Februari 2020, dia ditunjuk sebagai pelatih untuk melatih Persebaya Surabaya U-18.
Pensiun dini tidak hanya terjadi pada Mat Halil, kondisi ini juga memaksa beberapa pemain lain karena regulasi batasan usia menciptakan anomali dalam sepak bola Indonesia. Meskipun masih memiliki kemampuan dan semangat, mereka terpaksa harus meninggalkan lapangan karena ketentuan tersebut.
Mat Halil juga terlibat dalam pembinaan sepak bola di tingkat lokal. Bersama mendiang ayahnya, dia mendirikan sekolah sepak bola (SSB) El Faza FC pada 2012. SSB ini berperan dalam mentransfer ilmu sepak bola kepada anak-anak muda dan menjadi wadah bagi mereka untuk mengembangkan potensi mereka.
Selain mendirikan SSB El Faza FC, Mat Halil juga memiliki peran penting sebagai pelatih di Persebaya Surabaya U-16, bagian dari Elite Pro Academy (EPA) Persebaya Surabaya pada 2023. Dia aktif dalam seleksi dan pengembangan pemain muda untuk mempersiapkan mereka dalam kompetisi.
Dia memiliki keterkaitan dengan SSB Sasana Bhakti, sebuah sekolah sepak bola dan klub tertua di Surabaya. Dia adalah salah satu produk dari SSB ini, menunjukkan pentingnya peran sekolah sepak bola dalam pengembangan pemain muda.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
