
Photo
JawaPos.com-Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 1-1 saat menghadapi Singapura pada semifinal leg pertama Piala AFF di Stadion Nasional tadi malam.
Timnas sempat unggul pada babak pertama melalui gol Witan Sulaeman (28’). Namun, striker Singapura Ikhsan Fandi membalasnya pada menit ke-70.
Pada laga tadi malam, Shin Tae-yong (STY) kembali memainkan tiga centre back seperti saat menghadapi Vietnam di laga ketiga grup B. Bedanya, penampilan tim fokus bertahan, tetapi lebih menyerang dan sama-sama bermain terbuka.
Di laga tersebut, Asnawi Mangkualam dkk mengalami penurunan performa. Setelah sempat bermain menyerang pada babak pertama, penampilan tim menurun sehingga dihukum oleh gol lawan di 45 menit kedua.
Pelatih Indonesia Shin Tae-yong mengaku tidak puas dengan hasil yang didapat. ’’Kami menduga juga ada saatnya capek sekali. Lebih baik sekarang datang capeknya sehingga bisa menyiapkan di partai berikutnya,’’ ungkapnya saat konferensi pers virtual pasca pertandingan.
Sebagaimana diketahui, Singapura memiliki waktu recovery sehari lebih panjang dibanding timnas. ’’Ya seperti yang tadi dibicarakan. Ini hari yang sulit bagi kami. Babak pertama dan kedua terlihat lelah, akhirnya membuat Singapura banyak menyerang,’’ ujarnya.
Namun, juru taktik asal Korea Selatan itu meminta pasukannya, terlebih fans, tidak khawatir. Sebab, masih ada waktu pemulihan untuk tampil habis-habisan di semifinal leg kedua.
’’Di dalam turnamen, ada saatnya sulit bagi kami. Jika beristirahat dan banyak diberi waktu recovery, pastinya kondisi pemain lebih baik,’’ paparnya.
Witan Sulaeman yang terpilih sebagai man of the match mengungkapkan, dalam pertandingan tadi malam, tim sudah tampil baik pada awal laga.
’’Kami melakukan penguasaan bola di babak pertama. Tapi, kami kehilangan fokus di babak kedua. Hasil ini tidak memuaskan bagi kami. Kami akan recovery dan bekerja keras di leg kedua nanti,’’ bebernya.
Pelatih Singapura Tatsuma Yoshida mengatakan, perubahan pada babak kedua menjadi salah satu kunci timnya bisa menyamakan kedudukan. Dia mengaku menginstruksi pemain bermain lebih menyerang yang akhirnya membuat tim lebih banyak mendapatkan peluang. Satu gol pun tercipta melalui Ikhsan. ’’Gol Ikhsan membuat kami bangkit,’’ bebernya.
Menurut dia, hasil imbang yang didapat memang tidak begitu bagus sebagai tim yang bermain di kandang sendiri. ’’Tapi, bukan hasil yang jelek juga,’’ sebutnya.
Yoshida mengakui kualitas lawan melebihi ekspektasinya. ’’Tim Indonesia punya kualitas bagus dan di luar ekspektasi kami. Kami harap bisa dapat hasil terbaik di second leg,’’ pungkasnya.
Hasil imbang tersebut membuat kedua tim masih memiliki peluang yang sama untuk lolos ke final. Leg kedua semifinal berlangsung pada 25 Desember mendatang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
