Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2023 | 18.50 WIB

Penyebab Persebaya Gagal Petik Kemenangan, Permainan yang Sudah Didikte Aji Santoso

Gol tunggal dari Robson Duarte tak sanggup menggendong Persebaya Surabaya meraih kemenangan atas Persikabo 1973. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Instagram Persebaya) - Image

Gol tunggal dari Robson Duarte tak sanggup menggendong Persebaya Surabaya meraih kemenangan atas Persikabo 1973. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (Instagram Persebaya)

JawaPos.com – Persebaya Surabaya kembali mengecewakan dalam usahanya meraih kemenangan saat bertandang ke markas Persikabo 1973 di Stadion Wibawa Mukti, Minggu (17/12).

Walaupun bermain tanpa adanya tekanan dari suporter tuan rumah dan berhasil unggul di babak pertama, Persebaya Surabaya harus rela berbagi angka setelah bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut menunjukkan kelanjutan dari periode tanpa kemenangan yang dialami oleh Persebaya Surabaya, dengan catatan 9 pertandingan beruntun tanpa berhasil mencetak kemenangan, terdiri dari 5 kali imbang dan 4 kekalahan, di Liga 1 musim ini.

Kemenangan terakhir yang diraih oleh Persebaya Surabaya tercatat pada 23 September 2023, ketika mereka berhasil mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1.

Permainan Persebaya Didikte Aji Santoso

Grafis statistik Persikabo 1973 vs Persebaya Surabaya (JawaPos.com/Moch. RIzky Pratama Putra)

Dalam laga tersebut, Persebaya Surabaya hanya mampu melepaskan 3 shooting on target dari 7 kali percobaan, sedangkan Persikabo 1973 lebih superior dengan 6 shooting on target dari 21 kali percobaan.

Dari data ini menunjukkan bahwa begitu lowongnya pertahanan Persebaya Surabaya, sehingga pemain Persikabo 1973 leluasa melepaskan tembakan percobaan ke gawang mereka.

Beruntung lini depan Persikabo 1973 juga tidak tampil cukup baik, sekian banyak peluang yang tercipta hanya satu gol yang bisa bersarang ke gawang Andhika Ramadhani.

Selain itu, strategi “Aji Ball” benar-benar dipertontonkan Aji Santoso dengan hampir 67% possession ball berada di bawah kontrolnya. Sementara Persebaya Surabaya hanya disisakan 33% untuk bisa menyerang melalui skema counter attack.

Selain itu, jumlah passing Persikabo 1973 benar-benar mendominasi pertandingan, hampir dua kali lipat lebih jumlah passing Persebaya Surabaya. Jumlah passing Persikabo 1973 yang dilancarkan adalah 433 dan 74 di antaranya gagal, akurasinya mencapai 83%.

Persebaya Surabaya hanya mampu mencatatkan 205 passing dan 79 di antaranya gagal menemui sasaran, akurasinya hanya 61%, benar-benar jauh dari ekspektasi suporter.

Perbandingan sepak pojok juga menjadikan gambaran bahwa Persebaya Surabaya benar-benar tertekan, perbandingannya 11 sepak pojok dari Persikabo 1973 dan hanya ada tiga upaya dari Persebaya Surabaya.

Kondisi ini tentu harus menjadi evaluasi jika manajemen ingin menyelamatkan Persebaya Surabaya dari zona degradasi. Jika tidak dilakukan segera, bukan tidak mungkin performa Persebaya Surabaya makin melorot hingga zona degradasi.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore