
Sho Yamamoto (kiri) mencetak gol ke gawang mantan klubnya, Persebaya, dalam laga di GBT, Rabu (13/12) malam WIB. Persebaya ditahan imbang Persis Solo dengan skor 1-1.
JawaPos.com - Persebaya Surabaya gagal memanfaatkan keuntungan sebagai tuan rumah saat menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam laga tunda Liga 1 2023-2024, Rabu (13/12) malam WIB. Bermain di depan pendukung sendiri, Persebaya harus puas bermain imbang 1-1.
Hasil ini membuat Persebaya melanjutkan puasa kemenangan. Dalam 8 laga beruntun di Liga 1 musim ini, Persebaya gagal memetik kemenangan dengan perincian 4 imbang dan 4 kekalahan. Kemenangan Persebaya di Liga 1 terjadi pada 23 September 2023 saat mengalahkan Arema FC dengan skor 3-1.
Persebaya sempat unggul di babak pertama lewat penyerang anyar mereka, Paulo Henrique, meski gol yang dicetaknya berbau kontroversial. Namun, di babak kedua, mantan pemain mereka yakni Sho Yamamoto berhasil menodai gawang Persebaya dan membuat skor menjadi 1-1 hingga laga berakhir.
Babak pertama menyuguhkan drama dan momen yang menarik. Persebaya tampak mengandalkan serangan dari flank kanan mereka, sementara Persis Solo mencoba mengeksploitasi flank kiri lawan. Mikael Tata di lini tengah Persebaya tampil baik dalam build-up dan inverted ke lini tengah Persis Solo, namun seringkali kehilangan posisi saat menghadapi serangan balik. Bruno Moreira turut membantu mem-backup posisi Mikael Tata.
Switch role antara Bruno Moreira dan Robson Duarte di lini depan Persebaya membuat lini tengah Persis Solo kesulitan memutus serangan lawan.
Pada menit 15 hingga 30, Ramadhan Sananta mencoba mengeksploitasi flank kiri Persebaya, tetapi Ernando Ari berhasil menggagalkan peluang tersebut. Meski begitu, Alexis Messidoro seringkali menciptakan ancaman melalui ruang antar lini flank kiri Persebaya.
Lini depan Persebaya menarik perhatian dengan sering adanya switch role antara Bruno Moreira dan Robson Duarte. Gol sundulan Paulo Henrique pada menit 30 usai memanfaatkan umpan Robson Duarte menimbulkan kontroversi. Pemain Persis Solo menganggap bola belum sepenuhnya melewati garis gawang. Keputusan wasit Heru Cahyono dinilai berani meski perlu tayangan samping untuk memastikan kebenarannya.
Pertandingan berlanjut dengan jual beli serangan, di mana Persis Solo tetap memberikan tekanan di flank kanan kiri Persebaya. Sementara Persebaya Surabaya tetap berbahaya melalui Robson Duarte di flank kanan. Persebaya mengubah formasi saat menyerang dan bertahan, sementara Persis Solo juga melakukan penyesuaian formasi.
Babak pertama ditutup dengan Persebaya menyerang sekitar 70 persen dari flank kanan mereka, sedangkan Persis Solo fokus sekitar 80 persen di flank kanan mereka. Strategi kontra yang menarik dari kedua pelatih karteker Uston Nawawi dan Tithan Suryata, memberikan nuansa menarik pada pertandingan di GBT.
Pada babak kedua, Persebaya berbalik ditekan oleh Persis. Menit 53, terlihat adanya perubahan taktik saat M. Hidayat masuk menggantikan Toni Firmansyah dengan tipikal lebih defensif. Persebaya tetap mengandalkan serangan dari flank kanan, namun kali ini Paulo Henrique belum berhasil memaksimalkan peluang yang dihasilkan.
Di sisi lain, Eky Taufik dan Messidoro dari Persis Solo terus memberikan tekanan melalui flank kiri, membuat Persebaya dikurung di separuh lapangan. Sho Yamamoto, mantan pemain Persebaya, berhasil membobol gawang mantan timnya melalui tandukan mematikan pada menit 59 setelah menerima crossing dari Eky Taufik. Skor menjadi 1-1.
Persebaya terus terkurung, dan Persis Solo leluasa memainkan bola dari kaki ke kaki di luar kotak penalti lawan. Pada menit 65, Uston Nawawi mencoba melakukan perubahan dengan memasukkan Wildan Ramadhani untuk memberikan daya gedor tambahan di lini depan. Formasi berubah menjadi 4-2-4 ketika menyerang, menampilkan dua striker sejajar ditopang dua gelandang serang sayap.
Tithan Suryata juga tidak ketinggalan melakukan perubahan dengan mengganti Eky Taufik dengan Chrystna Bhagascara pada menit 69.
Peluang berbahaya datang dari kaki Paulo Henrique pada menit 71, tetapi sayangnya bola hanya membentur tiang gawang. Pertandingan semakin panas dengan beberapa pergantian pemain dari kedua tim. Sho Yamamoto menjadi momok bagi Persebaya dengan pergerakan berbahayanya di luar kotak penalti. Meski Persebaya Surabaya mencoba meningkatkan tempo permainan di 10 menit terakhir, upaya mereka masih bisa dihalau oleh kiper Persis, M. Riyandi.
Skor tetap 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan, membuat Persebaya Surabaya semakin kesulitan untuk bisa ke jalur perburuan posisi 4 besar. Persebaya harus mengevaluasi strategi agar bisa kembali meraih kemenangan dan merangsek ke papan tengah.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
