Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 03.45 WIB

Telan Pil Pahit Imbas Kerusuhan, PSIS Semarang Dapat Hukuman Berat dari Komdis hingga Akhir Musim

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mendapat pertolongan setelah diduga terluka akibat lemparan batu saat ricuh antarpenonton di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (3/12). (ANTARA/I.C Senjaya) - Image

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mendapat pertolongan setelah diduga terluka akibat lemparan batu saat ricuh antarpenonton di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (3/12). (ANTARA/I.C Senjaya)

JawaPos.com - PSIS Semarang harus menelan pil pahit lantaran dijatuhi hukuman berat oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI, imbas kerusuhan antar suporter terjadi pada laga kontra PSS Sleman, Minggu (3/12) lalu.

Akibat kerusuhan yang terjadi di masa injury time laga PSIS Semarang kontra PSS Sleman pada pekan ke-21 BRI Liga 1 2023/2024 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (3/12) lalu membuat tim Laskar Mahesa Jenar dikenakan sanksi pertandingan tanpa penonton hingga akhir musim.
 
Keputusan pemberian sanksi tersebut karena PSIS Semarang dianggap melanggar Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 karena terjadi pengulangan kejadian yang sama yaitu keributan suporter PSIS Semarang dan suporter Klub Tamu.
 
"Merujuk kepada Pasal 70 Ayat 1, Ayat 4 dan Lampiran 1 Nomor 5 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023, Klub PSIS Semarang dikenakan sanksi larangan menyelenggarakan pertandingan dengan penonton saat menjadi tuan rumah, sejak keputusan ini diterbitkan dan berlaku pada pertandingan terdekat sampai dengan Kompetisi BRI Liga 1 Tahun 2023-2024 berakhir," bunyi hukuman pada surat Komite Disiplin tersebut, seperti dikutip JawaPos.com dari laman resmi klub, Kamis (7/12).
 
Tak hanya dikenakan sanksi pertandingan tanpa penonton hingga akhir musim liga, PSIS Semarang juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah).
 
 
Menanggapi putusan Komdis PSSI, Chief Executive Office (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengatakan bahwa hukuman tersebut sangat berat dan di rasa kurang adil bagi klub.
 
"Ini hukuman sangat berat dan tidak adil karena larangan menggelar pertandingan dengan penonton hingga akhir musim," ujar Yoyok Sukawi.
 
Menurutnya, Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan PSIS Semarang kontra PSS Sleman sudah bekerja secara maksimal mengatasi kejadian tersebut.
 
"Yang kami sesalkan, kami itu justru jadi korban disini, kenapa justru dihukum seberat itu," sesalnya.
 
"Usaha Panpel juga sudah maksimal, dari awal hingga pada saat kejadian gerak cepat dan apa yang terjadi di stadion bisa segera diatasi dengan baik hingga semua pihak yang berada di stadion bisa pulang dengan selamat," jelasnya.
 
Yoyok juga menegaskan bahwa pihaknya merasa keberatan dengan keputusan tersebut. Pihak klub akan mengajukan banding karena hukuman tersebut dirasa kurang adil.
 
"Kami akan mengajukan banding karena di dalam surat juga disebutkan bahwa kami dapat banding. Semoga masih ada titik cerah bagi kami untuk mendapatkan keadilan," tutup Yoyok Sukawi.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore