
Kelompok suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud.
JawaPos.com - Pihak manajemen PSS Sleman mengimbau agar suporter untuk patuh terhadap aturan yang melarang hadir di seluruh pertandingan tandang PSS Sleman di Liga 1 Indonesia musim 2023-2024.
Imbauan tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Gusti Randa melalu rilis resmi di laman klub pssleman.id pada Senin (4/12). Hal tersebut disampaikan Gusti sebagai tanggapan atas peristiwa kericuhan suporter yang melibatkan suporter PSS dalam laga tandang melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri, Semarang, pada Minggu (3/12).
"PSS sudah tidak kurang untuk memberi tahu pendukungnya untuk tidak hadir di seluruh pertandingan tandang PSS Sleman termasuk di Stadion Jatidiri kemarin. Dalam imbauan tersebut dengan jelas kami beritahu konsekuensi apa yang akan PSS terima atas kejadian lanjutan nantinya," kata Gusti dalam keterangannya, Senin (4/12), dikutip dari laman resmi klub PSS Sleman.
Gusti Randa meminta agar para suporter PSS Sleman bisa mematuhi aturan tersebut dan tak mengulangi kejadian di Stadion Jatidiri. Apalagi, mengingat perjalanan tim Laskar Sembada yang masih panjang di Liga 1.
"Perjalanan PSS Sleman masih panjang di Liga 1. Kami sangat menyayangkan kejadian kemarin dan berharap hal tersebut tidak terulang lagi," kata Gusti.
Manajeman PSS Sleman sangat menyayangkan kericuhan suporter yang terjadi di pertandingan melawan PSIS Semarang di Stadion Jatidiri tersebut. Gusti mengatakan, bahwa seharusnya laga tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
"Kami dari PSS sangat menyayangkan kejadian di akhir laga kemarin. Seharusnya kita bisa mengakhiri laga dengan baik. Namun, ada beberapa oknum yang malah merusak hal (pertandingan) tersebut," terangnya.
Gusti menilai kejadian rusuh antarsuporter seperti yang terjadi kemarin, sudah menodai nilai sportivitas dalam dunia olahraga. Hal anarkis seperti itu, menurutnya tidak semestinya terjadi.
"Tidak hanya dalam kejadian ini saja, hal tersebut sangat kami sayangkan dan tidak seharusnya terjadi," imbuh Gusti.
Menurutnya, seluruh penonton dan para suporter seharusnya bisa menikmati jalannya pertandingan sampai akhir laga, namun malah dirusak oleh beberapa oknum.
Gusti mengatakan bahwa sejatinya manajemen PSS Sleman sudah berulang kali mengimbau para suporternya untuk tidak hadir di seluruh laga tandang PSS. Hal tersebut bertujuan agar PSS Sleman bisa lebih fokus untuk mengarungi sisa laga, sehingga bisa menuai hasil yang positif.
"Tujuannya tentu agar PSS Sleman bisa fokus menjalani pertandingan dan kembali meraih hasil positif," tandasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
