Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 22.15 WIB

Hindari Kericuhan Suporter Lagi, PSIS Semarang Akan Terapkan Sistem Baru Ini agar Tak Kecolongan

Tiket pertandingan PSIS Semarang. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang) - Image

Tiket pertandingan PSIS Semarang. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

JawaPos.com - Pasca kericuhan yang terjadi antara suporter PSIS Semarang dan suporter PSS Sleman di laga kandang Laskar Mahesa Jenar pada Minggu (3/12), pihak manajemen PSIS Semarang segera melakukan evaluasi dan bakal menerapkan sistem baru agar tidak kecolongan lagi.

Sebelumnya, PSIS Semarang sempat beberapa kali kecolongan dengan hadirnya suporter tim tamu ketika menggelar pertandingan kandang di Stadion Jatidiri, Semarang, dalam laga lanjutan laga BRI Liga 1 Indonesia.

Padahal, PSSI sendiri sudah menetapkan peraturan bahwa di musim ini suporter tim tamu dilarang untuk hadir di markas lawan saat pertandingan away atau tandang, guna menghindari gesekan yang belakangan kerap terjadi seperti yang terakhir kali saat pertandingan PSIS Semarang kontra PSS Sleman di Stadion Jatidiri.

Melansir dari Jawa Pos Group Radar Semarang pada Senin (4/12), Chief Executive Officer (CEO) PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengatakan bahwa manajemen tim bakal melakukan evaluasi terkait kericuhan yang terjadi sebelumnya di pertandingan antara PSIS Semarang melawan PSS Sleman, Minggu (3/12).

"Kami akan evaluasi menyeluruh. Langkah pertama kami akan evaluasi panpel dan dalam waktu dekat akan merilis sistem ticketing terintegrasi baik online maupun offline sehingga supaya tidak bisa lagi oknum masuk ke Stadion Jatidiri. Nanti akan ada aplikasi khusus terkait PSIS Semarang yang di dalamnya ada fitur ticketing," ujar Yoyok Sukawi pada Senin (4/12).

Lebih lanjut, Yoyok Sukawi menjelaskan bahwa dibuatnya aplikasi khusus terkait PSIS Semarang tersebut, tujuannya adalah untuk meminimalisir pembelian tiket pertandingan PSIS oleh oknum baik suporter tim tamu ataupun oknum suporter anarkis yang kerap memulai kericuhan di stadion.

"Nantinya, baik oknum suporter tim tamu ataupun suporter (PSIS Semarang) yang biasa anarkis akan susah untuk beli," terang Yoyok Sukawi.

Selain terkait kericuhan, Yoyok Sukawi juga menyampaikan bahwa skuad PSIS Semarang kini sedang fokus untuk menatap laga berikutnya melawan Borneo FC.

"Terus selebihnya, kami (PSIS Semarang) masih fokus untuk melawan Borneo FC," tandasnya.

Terkait kerusuhan, PSIS Semarang terancam bakal mendapat sanksi berat dari Komdis PSSI, begitu pun halnya dengan PSS Sleman.

Maksimal, Laskar Mahesa Jenar bisa mendapat hukuman berupa laga kandang tanpa penonton seperti yang pernah dialami oleh PSS Sleman.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore