
Pemain Barito Putera Murilo Mendes (ketiga kiri) berusaha melewati kapten Borneo FC Stefano Lilipaly di Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (2/12).
JawaPos.com – Borneo FC berhasil mendapatkan satu poin di kandang Barito Putera setelah bermain imbang dengan skor 0-0 dalam lanjutan Liga 1. Pertandingan digelar Stadion Demang Lehman Martapura, Kalimantan Selatan, Sabtu (2/12).
“Secara keseluruhan skuad asuh saya cukup baik karena mampu menciptakan peluang, tetapi belum beruntung memperoleh sebuah gol,” kata Pelatih Barito Putera Rahmad Darmawan usai pertandingan.
Coach RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, cukup puas skuadnya bermain baik dan mampu mengendalikan emosional meskipun hasil akhir pertandingan mengecewakan.
Sementara itu, Pelatih Borneo FC Pieter Huistra mengatakan bersyukur dengan satu poin yang diraih anak asuhnya di kandang Barito Putera.
“Membawa pulang satu poin di kandang Laskar Antasari sudah sangat bagus, ke depan kami akan fokus meraih poin penuh pada laga selanjutnya,” ujar Pieter.
Tampil di hadapan ribuan penonton, pada awal babak pertama kedua tim bermain tidak terlalu mendominasi, hampir tidak terlihat peluang berbahaya. Barito Putera maupun Borneo FC bermain aman menjaga pertahanan masing-masing dari kebobolan.
Pada menit ke-34, Barito Putera membangun serangan dari sayap kanan melalui umpan lambung dari Mike Ott, namun Murilo gagal memanfaatkan peluang di kotak penalti tim tamu.
Barito Putera kembali mengancam pertahanan Borneo FC melalui tendangan bebas dari sisi kanan gawang, tepatnya pada menit ke-38, tetapi pemain depan tuan rumah masih gagal menyambut umpan lambung dari sisi sayap kanan melalui tendangan bebas Mike Ott.
Sementara Borneo FC melakukan serangan balik pada menit ke-42 melalui Kei Hirose saat mengoper bola dari sayap kanan, tapi Hardianto juga gagal memaksimalkan peluang emas. Bola terlalu jauh memantul dari kontrol dada yang dilakukannya. Skor kaca mata tidak berubah hingga turun minum.
Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-72, tuan rumah mendapatkan peluang emas 90 persen menjadi gol, Devid Silva tinggal berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Namun, tendangannya terlalu mudah dihadang kiper Borneo FC Nadeo Argawinata yang juga merupakan kiper andalan Timnas Indonesia.
Masing-masing tim tercatat mendapatkan lebih dari lima kali peluang, namun tidak ada satu pun gol yang bersarang di jala gawang kedua tim.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, skor imbang tanpa gol tidak berubah. Hasil itu memaksa kedua tim meraih masing-masing satu poin.
Dengan hasil pertandingan tersebut, Borneo FC masih kukuh di puncak klasemen sementara Liga 1 Indonesia terpaut tujuh poin di atas Persib Bandung, dengan mengoleksi 45 poin dari total pertandingan 21 kali yakni 13 kali menang, enam kali imbang, dan hanya dua kali menelan kekalahan.
Sedangkan Barito Putera tetap berada di posisi kedelapan klasemen sementara Liga 1 Indonesia dengan mengemas 29 poin dari total pertandingan 21 kali di antaranya tujuh kali menang, delapan kali imbang, dan enam kali mengalami kekalahan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
