Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juni 2021 | 20.17 WIB

Satu-satunya Klub Liga 2 asal Jawa Timur Tolak Format 4 Grup

Yusuf Ekodono (dua dari kiri), pelatih PSHW memimpin  sesi latihan tim di lapangan Unesa, Ketintang, Surabaya, kemarin (13/10). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos - Image

Yusuf Ekodono (dua dari kiri), pelatih PSHW memimpin sesi latihan tim di lapangan Unesa, Ketintang, Surabaya, kemarin (13/10). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos

JawaPos.com – PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) merancang peserta Liga 2 musim 2021 akan dibagi menjadi empat grup. Tiap grup diisi enam klub. Namun, rancangan itu mendapat penolakan dari beberapa kontestan. Di antaranya adalah satu-satunya klub Liga 2 asal Jawa Timur Hizbul Wathan FC (PSHW).

Presiden Klub PSHW Dhimam Abror menyatakan sangat keberatan dengan rencana format empat grup yang diusulkan PT LIB dan PSSI. Menurut dia, sebagai sebuah klub profesional, pihaknya ingin merasakan pertandingan yang banyak.

Jika nanti jadi empat wilayah, otomatis jumlah pertandingan yang dilakoni akan sedikit. Di fase grup, tiap tim total hanya memainkan 10 pertandingan.

’’Kami ingin kompetisi yang sama seperti sebelumnya (dua grup). Kami ini klub baru, kalau empat wilayah susah bagi kami,’’ jelasnya.

Abror mengungkapkan, target PSHW tidak muluk-muluk. Yaitu, bertahan di Liga 2. ’’Kami hanya bisa teriak Liga 2 harga mati saja,’’ ungkapnya.

’’Kalau memang terpaksa empat grup, kami mau salah satunya main di Jawa Timur. Kami ini susah, geser sedikit ke tengah ada Persis Solo yang sudah canangkan Liga 1 harga mati. Geser ke barat ada Rans Cilegon FC dan Dewa United. Kalau bisa sih kami jadi tuan rumahnya,’’ lanjutnya.

Kontetan lain yang menolak Liga 2 dibagi empat grup adalah Semen Padang FC. Manajer Semen Padang FC Effendi Syahputra mengatakan, Liga 2 lebih baik dijalankan seperti sebelumnya. Yaitu, dengan dua wilayah dengan masing-masing 12 klub tiap wilayah.

’’Karena itu, kami siap bersuara untuk mengusulkan format dua wilayah saat manager meeting yang rencananya dilakukan bersama PT LIB pada Kamis (3/6),” tuturnya.

Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita menyatakan, LIB belum menentukan stadion untuk menjadi penyelenggara Liga 2. ’’Venue tergantung drawing ataupun penunjukan,’’ katanya kemarin.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto berharap kepercayaan dari Polri dengan memberikan izin penyelenggaraan kompetisi dapat dilaksanakan oleh PSSI dan PT LIB dengan baik. Sukses dan tetap patuh pada protokol kesehatan.

’’Alhamdulillah, atas upaya dan kredibilitas Pak Menpora, izin dari Pak Kapolri untuk kompetisi Liga 1 dan Liga 2 baru saja diberikan. Semoga bermanfaat untuk PSSI dan persepakbolaan nasional meski harus dengan protokol kesehatan,” ujar Gatot.

’’Sepak bola ini merupakan salah satu tontonan hiburan dalam suasana pandemi via broadcasting dan streaming yang kini available di mana-mana,” sambungnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore