
Photo
JawaPos.com – Muhammad Yudha Febrian kembali bikin heboh. Dia diduga melakukan pelecehan seksual. Kabar itu terungkap lewat pengakuan salah seorang perempuan di Twitter. Kabar tersebut menjadikan Yudha terkena masalah untuk kali kedua.
Sebelumnya, Yudha juga sempat ketahuan dugem saat masih memperkuat timnas U-19 Indonesia. Bahkan, karena kelakuannya, Yudha sempat dikirim ke pesantresn untuk memperbaiki etikanya. Karena masalah itu, Yudha bahkan akhirnya dicoret pelatih timnas Shin Tae-yong.
Nah, kasus kedua yang menimpa Yudha sampai juga ke telinga Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Iwan Bule –sapaan Mochamad Iriawan– berpesan kepada para pemain dalam pelepasan timnas Indonesia menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), untuk tidak berperilaku seperti Yudha.
”Hari ini (Minggu, Red) ramai masalah Yudha, dia ke timnas, tetapi bermasalah. Jangan ikuti itu lagi,” pesan Iwan kepada para pemain. Mantan Kapolda Metro Jaya itu menegaskan, perilaku Yudha bisa mengancam karirnya. ”Kalau kamu punya masalah, selesai karier kamu. Dia bukan pemain timnas lagi,” ujarnya.
Ya, Iwan menegaskan bahwa pemain yang melakukan hal merugikan orang lain seperti Yudha tak patut memiliki peluang kembali ke timnas Indonesia.
”Saya juga sudah sampaikan ke komisi disiplin (komdis) untuk mendalami kasus ini. Dengan kelakuan seperti itu, susah (perkuat timnas, Red),” tuturnya.
Apalagi, Iwan sudah mengetahui perilaku Yudha memang tak baik. Itu dia dapat dari rekan-rekan Yudha di timnas. Iwan menegaskan, meski pemain tersebut sudah tidak berada di timnas, penindakan tegas bakal tetap dilakukan.
”Nanti saya serahkan ke teman-teman. Tentunya nanti ada pengkajian lagi. Saya tidak bisa langsung memutuskan,” ucapnya.
Kasus tersebut memang berakhir damai setelah Yudha mengungkapkan permintaan maaf melalui akun Twitter-nya. Namun, dua kali tersandung kasus bisa mengancam karir Yudha di lapangan hijau. Buktinya, Barito Putera sudah tak lagi memakai tenaga pemain berposisi bek tersebut.
Yudha sudah mengundurkan diri sebagai pemain Barito Putera yang menjadi klubnya sejak 15 April. Dalam surat tersebut, Yudha membenarkan keputusannya itu dalam keadaan sehat akal dan pikiran tanpa ada paksaan ataupun tekanan dari pihak mana pun.
”Terima kasih atas segala kebaikan yang telah diberikan. Dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan,” tulisnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
