
Witan Sulaeman menilai Persija Jakarta butuh perbaikan ketimbang membahas keputusan kontroversial dari wasit. (persija.id)
JawaPos.com – Bek senior Persija Jakarta, Maman Abdurahman, buka suara terkait kondisi tim saat ini dalam pertemuan dengan the Jakmania di Nirwana Park, Bojongsari, Rabu (25/10) malam lalu.
Forum tersebut dihadiri jajaran manajemen Macan Kemayoran yang dikomandoi Direktur Utama Persija, Ambono Janurianto, serta tim pelatih, ofisial, dan seluruh pemain.
Maman menekankan bahwa kekecewaan karena tren negatif saat ini tak hanya dirasakan oleh Jakmania. Seluruh elemen di Persija pun merasakan kesedihan yang sama.
“Sebagai pemain saya pun kecewa karena kami belum menang dalam enam laga kandang terakhir. Tapi, saya percaya teman-teman sudah melakukan yang terbaik dalam latihan. Kami semua sudah melakukan apa pun itu dalam latihan dan pertandingan. Tapi, hasilnya belum berujung positif dan belum bisa menyenangkan Jakmania,” kata Maman.
“Kami semua tentu bertekad meraih kemenangan di setiap pertandingan. Tetap dukung saya dan teman-teman yang ada di sini. Kami tim besar dan saya yakin bisa melewati masa-masa sulit,” tuturnya melanjutkan.
Komentar itu tak lepas dari kegagalan Persija mengalami kekalahan perdana di kandang saat menjamu RANS Nusantara di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (22/10/2023). Skor berakhir 2-1 untuk kemenangan RANS.
Sebetulnya, saat tertinggal 1-2 dari tim tamu, Persija mempunyai banyak peluang untuk menyamakan kedudukan. Salah satunya pada menit ke-94.
Witan Sulaeman memanfaatkan bola liar dengan menendang bola ke arah gawang. Tembakan Witan itu membentur mistar gawang dan terbukti sempat masuk melewati garis gawang sebelum akhirnya keluar lagi. Sayangnya, bola yang sudah masuk ke dalam gawang itu tidak dianggap gol oleh wasit.
Witan pun menceritakan apa yang terjadi di depan matanya saat itu. Dirinya menyayangkan keputusan wasit yang berujung pada kegagalan Persija menyamakan kedudukan.
“Menurut saya pribadi dan rekan satu tim semua beranggapan bola sudah masuk. Memang kejadiannya sangat cepat dan putaran bola begitu cepat, sehingga bola yang saya tendang keluar kembali,” ucap Witan.
“Mungkin hampir semua orang sudah melihat rekamannya. Tentu saja saya, rekan satu tim, pelatih, dan ofisial sangat syok dan kecewa dengan keputusan wasit beserta hasil yang kami raih,” katanya lagi.
Mantan pemain Lechia Gdansk itu menambahkan dirinya bersama pemain Persija lain harus banyak membenahi cara bermainnya agar bisa kembali meraih tiga poin.
“Terlepas dari itu (keputusan kontroversial), banyak aspek yang harus kami benahi,” ujar Witan mengakhiri pembicaraan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
