
Persebaya Surabaya Berpeluang Putus Tren Kemenangan Persib./Instagram @persebaya
JawaPos.com - Pihak keamanan memberi kuota 30 ribu untuk suporter yang hendak menyaksikan duel Persebaya Surabaya versus Persib Bandung sore nanti. Tapi, sampai dengan kemarin pukul 18.00, penjualan baru sekitar 25 ribu tiket.
"Ini sangat tidak biasa ya. Karena sebelumnya tiket selalu sold-out ketika melawan Persib," kata Ketua Panpel Persebaya Ram Surahman.
Sejak promosi ke Liga 1 pada musim 2018, sudah dua kali Persebaya menjamu Persib: pada Liga 1 2018 dan Liga 1 2019. Dua duel tersebut sama-sama diberi kuota penonton 50 ribu. Dan, dalam dua pertandingan itu pula, tiket selalu terjual habis alias sold-out.
Padahal, duel sore nanti juga berlangsung saat akhir pekan. ’’Kami juga masih mempelajari. Kenapa tiket tidak sold-out? Ini akan menjadi evaluasi bagi kami,’’ beber Ram yang juga sekretaris tim Persebaya.
Apakah karena harga tiket yang terlalu mahal? Musim ini tiket paling murah adalah Rp 125 ribu. Itu kategori fans. Untuk VIP, harganya mencapai Rp 300 ribu. Bandingkan dengan harga tiket ketika sold-out pada musim 2018 dan 2019. Saat itu tiket ekonomi masih seharga Rp 50 ribu, sedangkan VIP Rp 250 ribu. Tapi, Ram yakin harga bukan alasan utama. ’’Karena (harga) itu sangat subjektif ya,’’ ujarnya.
Lagi pula, pihak panpel tidak bisa menghindari kenaikan harga tiket. ’’Kenaikan itu karena kapasitas stadion kan tidak bisa digunakan secara maksimal untuk musim ini. Tentu saja itu berdampak pada (harga) tiket,’’ jelasnya.
Ram sejatinya ingin menekan harga tiket. Caranya, dengan memaksimalkan semua kapasitas stadion saat laga home. ’’Sebenarnya melawan Persib kami ingin dapat kuota penuh. Dengan begitu, kami bisa melakukan penyesuaian dan harga tiket bisa kembali normal lagi. Tapi kan kami cuma dapat kuota 30 ribu,’’ ungkapnya.
Koordinator Green Nord Husin Ghozali tidak menampik lesunya penonton dipengaruhi oleh harga tiket. ’’Memang tergolong mahal ya. Tapi sebenarnya penyebab utama sepinya penonton bukan itu,’’ kata pria yang akrab disapa Cak Cong itu kepada Jawa Pos.
Yang lebih berpengaruh, lanjut dia, karena jam kickoff. "Jam kickoff pukul 15.00, padahal Surabaya ini kota panas dan sekarang juga lagi panas-panasnya. Kickoff jam segitu sangat tidak ideal bagi suporter," bebernya. (gus/c17/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
