
Photo
JawaPos.com – Enam klub Liga 1 kemarin diumumkan lolos dan mendapatkan lisensi profesional dari AFC. Keenamnya adalah Bali United, Persib Bandung, Bhayangkara FC, Borneo FC, Arema FC, dan Persipura Jayapura.
Banyak yang terkejut dengan keputusan yang dihasilkan dari rapat AFC Club Licensing Cycle itu. Sebab, beberapa klub yang dianggap layak ternyata tidak lolos. Di antaranya adalah dua klub besar Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta.
Ternyata, manajemen Green Force –julukan Persebaya– memang sengaja tidak ikut dalam verifikasi lisensi AFC tahun ini. ’’Kami (Persebaya) memang sengaja melepas (lisensi AFC),’’ kata Manajer Licensing Persebaya Ram Surahman saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.
Ada beberapa faktor yang membuat manajemen memilih tidak ikut verifikasi. Alasan pertama tentu saja karena kondisi pandemi. ’’Apalagi, kompetisi juga nggak jalan. Jadi, kami nggak memaksakan diri,’’ jelas Ram.
Faktor berikutnya adalah soal waktu verifikasi yang diberikan kepada klub. Ram menjelaskan, PSSI melakukan verifikasi pada 19–21 November. Artinya, hanya ada tiga hari untuk melakukan verifikasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
