
Pelatih Perseta Ungki Prasetyo menarik wasit Rohani setelah laga melawan PSG di Stadion Joko Samudro, Gresik. (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Aksi brutal bek Perseta Tulungagung M. Fathurrohman memang mendapat sorotan publik. Sikap tidak sportifnya dengan melalukan pemukulan terhadap wasit Rohani yang memimpin timnya melawan Putra Sunan Giri (PSG) pada 23 Desember kemarin banyak mendapat cemooh hingga adanya permintaan sang pemain untuk dihukum seumur hidup.
Sayangnya, permintaan publik atas aksi brutal Fathurrohman itu tidak berbanding terbalik dengan kesigapan Komisi Disipilin PSSI. sejauh ini, Komdis PSSI masih belum melakukan tindakan apapun terkait kasus yang mencoreng sepak bola Indonesia itu. bahkan niat untuk melakukan rapat dan membicarakan hukuman yang diberikan belum diputuskan.
Ketua Komdis PSSI Asep Edwin menuturkan masih belum ada laporan mengenai hal tersebut. pihaknya juga belum diminta oleh PSSI untuk mendiskusikan hukuman apa yang pantas diberikan atas aksi brutal itu. ’’Belum ada rekomendasi,’’ ucapnya singkat.
Memang, laporan mengenai kronologis pemukulan belum sampai di meja komdis. Artinya, pengawas pertandingan baru mengumpulkan laporan laga saat ini. laporan itulah yang nantinya diserahkan kepada PSSI kemudian jadi bahan rapat Komdis untuk menjatuhkan hukuman.
Hukuman apa yang layak diberikan kepada Fathurrohman? Asep tetap tidak mau menjawab. Dia enggan berkomentar dan memilih menunggu laporan secara lengkap terlebih dulu.
Sikap Asep juga dilakukan oleh Asprov PSSI Jawa Timur. Sekertaris Asprov PSSI Jawa Timur Amir Burhanuddin mengatakan tidak mau berkomentar banyak. Bahkan tidak mau terlihat karena apa yang terjadi di Stadion Joko Samudro pada 23 Desember kemarin bukanlah kewenangannya. ’’Karena semua kewenangan ada di PSSI pusat. Nggak ada kewenangan dari Asprov sama sekali kok,’’ katanya. Karena itu, pihaknya hanya menunggu putusan dari Komdis.
Di sisi lain, pihak Perseta merada dirugikan. Mereka menilai kepemimpinan wasit memang berat sebelah. ’’Harusnya kami mendapat dua penalti, tapi tidak diberikan,’’ kata pelatih Perseta Ungki Prasetyo. Jika pihaknya mendapat sanksi, Ungki juga ingin agar wasit mendapat hukuman serupa. ’’Karena bukan hanya tim kami saja yang dirugikan ketika melawan PSG. Banyak tim yang mengeluhkan PSG. Masih ada mafia di Liga 3,’’ tegasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
