
Bima Sakti menuturkan timnas Indonesia U-17 akan menjalani laga uji coba kontra tim muda Kashima Antlers. (Antara)
JawaPos.com – Pelatih Kepala Timnas U-17 Bima Sakti mengaku, pemain yang diturunkan pada laga uji coba Garuda United U-17 (penamaan selama uji coba) melawan Kashima Antlers merupakan pemain yang akan dijadikan "tulang punggung" dalam piala dunia mendatang.
“Sebenarnya kita di pertandingan kedua ini lebih mengutamakan pemain yang menjadi tulang punggung nanti di persiapan piala dunia, yang pasti kita kerangka tim sudah ada,” kata dia di Denpasar, Sabtu (6/8).
Kepada media, Bima menyampaikan selanjutnya dia tinggal mencari tambahan pemain, apalagi setelah pertandingan berakhir dirinya mendapat masukan dari Indra Sjafri dan konsultan Timnas U17 Frank Wormuth, serta telah mengirim rincian programnya ke Shin Tae-yong untuk mendapat masukan.
“Masukan Frank Wormuth seminggu ini beliau melihat bagaimana kita latihan dan pertandingan dua game ini banyak catatan, rencananya kita akan evaluasi semua dan membentuk lagi sesi latihan sesuai dengan hasil dua uji coba ini,” ujarnya.
Selanjutnya, Timnas U-17 akan melakukan evaluasi dalam sesi latihan yang rencananya dimulai pada Senin (7/8) mendatang selama sepekan di Solo, sekaligus mencoba melakukan uji coba dengan tim lokal.
Adapun tim pertama yang diturunkan Bima Sakti pada uji coba melawan Kashima Antlers adalah Ikram Algiffari, Amirul Amin, Muhammad Iqbal Gwijangge (c), Sulthan Zaky, Rizdjar Nurviat, Figo Dennis, Muhammad Kafiatur, Ji Da Bin, M Riski Afrisal, Muhammad Nabil Asyura, dan Arkhan Kaka Putra.
Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Ngurah Rai, Bali, itu Bima memberi kesempatan pemain cadangan lainnya seperti Jehan Pahlevi, Habil Akbar, Achmad Zidan, Mokh Hanif, Aaron Liam, dan Muhammad Ridho.
Dalam uji coba kedua ini, Timnas U-17 kalah dengan skor tipis 2-3 setelah sempat memimpin dengan skor 2-1 hingga menit ke-64.
Dari pertandingan ini, menurut sang pelatih kepala masih ada nama-nama pemain bangku cadang yang belum sempat diturunkan, namun mereka harus memanfaatkan waktu dan pemain yang mendapat waktu bermain juga dinilai sudah cukup berkontribusi.
“Banyak pemain yang belum main, tapi kita memberikan kesempatan pemain yang ada, karena kita sudah harus mengerucut pemain yang sudah pasti menjadi kerangka tim piala dunia itu yang kita pertahankan,” tuturnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
