
SUDAH DITUNGGU: Aksi pemain Persebaya Surabaya Taufan Hidayat (kanan) saat tampil dalam laga uji coba beberapa waktu lalu.
JawaPos.com- Atmosfer sepak bola di tanah air terasa kering tanpa kehadiran Persebaya Surabaya. Hal itu diakui mayoritas voters (pemegang hak suara) di Kongres PSSI. Mereka mendukung jika PSSI mengembalikan status tim berjuluk Green Force tersebut.
”Kami tidak mungkin melawan kebijakan pimpinan,” kata Manajer Persiko Kota Sorong Very Kambuaya. Pimpinan yang dimaksud adalah Edy Rahmayadi yang merupakan ketua umum PSSI. ”Kami dengar bahwa ketua umum setuju untuk mengesahkan Persebaya di kongres. Sebagai anggota, kami pasti ikut,” ujarnya.
Kerinduan akan kembalinya Persebaya juga disuarakan Arema FC. Padahal, Persebaya adalah salah satu rival klasik Arema.
”Setiap bertanding melawan Persebaya pasti memicu adrenalin tersendiri,” papar General Manager Arema Ruddy Widodo. ”Sudah lama kami tidak pernah merasakan atmosfer semacam itu. Kami sangat merindukan atmosfer sepak bola dengan ada Persebaya di dalamnya,” papar pria asal Madiun tersebut.
Ruddy menegaskan, pihaknya akan mati-matian mendukung Persebaya dalam Kongres Tahunan PSSI di Bandung pada 8 Januari. ”Kalau demi kepentingan masa depan sepak bola yang lebih baik, kami pasti bakal mendukungnya,” timpalnya.
Menurut Ruddy, kembalinya Persebaya ke kompetisi resmi akan mendongkrak suburnya industri sepak bola tanah air. Hal itu tidak lepas dari nama besar tim asal Kota Surabaya tersebut. ”Dulu setiap bermain dengan Persebaya, stadion kami selalu penuh sesak oleh penonton. Kami ingin cerita indah itu bisa segera kembali,” paparnya.
Manajer Persatu Tuban Fahmi Fikroni memberikan komentar senada. ”Kami akan mendukung dan mengawal penuh sampai Persebaya bisa mendapatkan hak mereka di kongres,” tegasnya.
Menurut Roni, keputusan Persatu mendukung kembalinya Persebaya ditunjukkan dalam kongres di Jakarta pada 10 November lalu. Hanya, bersama sembilan voters lain, mereka kalah dalam voting. Hal itu terjadi setelah 84 voters memilih menunda pengesahan status Persebaya dalam kongres tersebut.
Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Tuban itu optimistis ada perubahan dukungan dalam kongres tahunan nanti. Menurut dia, kalau dalam kongres sebelumnya menolak pengesahan Persebaya, mayoritas voters kali ini bakal berbalik memberi dukungan untuk mengesahkan Persebaya. (ben/bas/fim)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
