
Amido Balde dan Saepulloh. Persebaya Persib
JawaPos.Com-Djadjang Nurdjaman adalah tipikal mantan yang begitu menyebalkan. Tiga kali bertemu, pelatih Persebaya Surabaya itu selalu berhasil melumat eks timnya, Persib Bandung.
Uniknya, Djanur tiga kali menaklukkan Persib yang ditangani oleh tiga pelatih berbeda. Pertama mengalahkan Mario Gomez (4-1 di putaran kedua Liga 1 2018). Lalu menyikat Miljan Radovic (3-2 di Piala Presiden). Dan malam tadi, membantai tim besutan Robert Rene Alberts dengan skor sangat telak 4-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Amido Balde menjadi bintang kemenangan Persebaya melalui hattrick pada menit ke-33, 44, dan 58. Satu gol lainnya dilesakkan winger Irfan Jaya pada menit ke-81. Tambahan tiga poin membuat Persebaya semakin nyaman di posisi kelima dengan 11 poin. Sementara itu, dua kekalahan beruntun mengantarkan Persib terjerembab ke peringkat 13, berselisih lima angka dari Persebaya.
Sejatinya, menyambut pertandingan ini, Persebaya berada dalam kondisi sangat tidak ideal. Bek tengah utama Hansamu Yama Pranata dan gelandang starter Damian Lizio tidak bisa bermain karena cedera dan hukuman akumulasi kartu. Sementara itu, dari lini depan, Osvaldo Haay dan Oktafianus Fernando juga absen.
Dengan situasi ini, Djanur tetap memainkan skema 4-3-3 dengan Amido Balde sebagai ujung tombak utama. Sementara itu, Manuchekhr Dzhalilov yang sudah pulih dari cedera, dipasang di sisi kiri-depan. Untuk melengkapinya, Djanur memainkan Irfan Jaya sebagai winger kanan.
Photo
Persebaya Surabaya
Persib sejatinya bermain sangat menjanjikan pada awal pertandingan. Laga baru berjalan dua menit, Ghozali Siregar berhasil melakukan akselerasi dan mengirim umpan silang ke tengah. Peluang itu musnah karena Ezechiel N'Douassel tak mampu menjangkau bola.
Robert Rene Alberts tampaknya sangat paham bahwa titik kelemahan Persebaya berada di sisi kanan, pos yang ditempati Novan Setya Sasongko. Oleh karena itulah, bermain dengan pola 4-3-3, mantan pelatih PSM Makassar dan Arema itu melakukan pressing tinggi di sepertiga area lawan. Fokusnya adalah menghajar sisi kanan Persebaya.
Pada bagian lain, untuk membangun serangannya, Persebaya mengincar sisi kiri Persib. Sejak menit ke-10 sampai 20, Persebaya melalui Irfan Jaya dan Amido Balde mengarahkan targetnya untuk menekan Ardi Idrus yang tidak solid dalam melakukan marking.
Pada tempo itu, Irfan dan Balde tiga kali berhasil melakukan tusukan berbahaya ke kotak penalti Persib. Serbuan ini memaksa Ardi melakukan pelanggaran keras kepada Irfan dan berujung kartu kuning.
Sadar bahwa serangan dari sayap yang merupakan ciri khasnya tidak terlalu efisien, Djanur mencoba formula baru. Pemain Persebaya memang tidak mengubah siasat untuk melakukan pressing jauh ke belakang dan menunggu Persib melakukan kesalahan. Namun, Persebaya mencoba senjata baru dalam menyerang yakni mengirimkan bola langusung dari backline.
Tanda-tanda bahwa strategi ini harus dijalankan adalah ketika Balde tiga kali memenangkan duel melawan bek tengah Persib Saepulloh Maulana.
Pada menit ke-34, gelandang bertahan Muhammad Hidayat dengan sangat cerdik melakukan intersep. Padahal ketika itu, dia baru saja menerima kartu kuning karena melanggar Rene Mihelic. Hidayat secara cepat mengirimkan umpan jauh dari jarak sekitar 40 meter. Sambil berlari membelah dua bek Persib yakni Bojan Malisic dan Saepulloh, Balde berhasil menanduk bola panjang itu menjadi gol cantik.
Satu menit jelang babak pertama berakhir, Persebaya memperbesar keunggulan menjadi 2-0 dengan cara yang nyaris sama dengan gol pembuka. Bek tengah Otavio Dutra mengirimkan umpan lebih jauh, dari wilayah pertahanan sendiri, kepada Balde yang berlari di depan.
Balde dengan sangat mudah memenangkan duel melawan Malisic. Saepulloh yang coba membantu rekannya, tidak mampu berbuat banyak. Balde kemudian dengan leluasa menceploskan bola melewati dua kaki penjaga gawang Persib, Muhammad Natshir.
Balde Lahirkan Tiga Gol dari Empat Peluang
Tertinggal dua gol nyatanya tidak membuat Persib bangkit. Dalam 10 menit di awal babak kedua, dua kali Dzhalilov mendapatkan peluang bagus dengan cara mengacak-acak sisi kanan pertahanan Persib. Ini terjadi karena Supardi Nasir dan Saepulloh yang bertanggung jawab mengamankan area itu, kerap kedodoran terutama dalam kecepatan.
Selain dari kanan, kombinasi Dzhalilov dan Irfan Jaya juga menghajar pertahanan Persib dari tengah. Setelah terus menyiksa, Persebaya memperbesar keunggulan menjadi 3-0 pada menit ke-58. Uniknya, kelahiran gol tersebut juga sama dengan dua yang awal. Lini belakang Persib ternyata kelewat bebal sehingga tidak belajar dari kesalahan babak pertama.
Photo
Persib
Sebaliknya dengan cerdik, Irfan Jaya melihat posisi Balde yang siap berlari sendirian di depan. Pemain kelahiran Guinea-Bissau tersebut berhasil memanfaatkan keteledoran Ardi Idrus yang tak cerdas dalam melakukan jebakan offside.
Meski tidak memiliki kecepatan istimewa, Balde sukses memanfaatkan bola panjang Irfan karena kemampuan blokingnya yang sangat baik. Dia berhasil menghalangi Saepulloh yang berusaha menyongsong dan mengganggunya dari belakang. Dan lagi-lagi, tanpa kesulitan berarti, Balde bisa mencetak gol ketiga. Saepulloh benar-benar menjadi pecundang utama pada laga debutnya di Liga 1 2019.
Ketinggalan 0-3 membuat pelatih Robert Alberts melakukan pergantian ganda. Esteban Vizcarra dan Gian Zola Nasrulloh masuk untuk menggantikan Febri Hariyadi serta Kim Jeffrey Kurniawan. Perubahan ini menjanjikan. Namun belum cukup. Sebab, Ezechiel N'Douassel dua kali membuang peluang emas lewat tandukan jarak pendek pada menit ke-76 dan 79' (membentur mistar).
Di sisi lain, justru Persebaya bisa mencetak gol keempat melalui Irfan Jaya. Marking yang luar biasa buruk dari Ardi Idrus, membuat Irfan dengan gampang mengoyak gawang Persib dari dalam kotak penalti.
Secara umum, walau tidak terlalu dominan dalam menguasai bola (59 persen dibanding 49 persen), Persebaya sangat jauh meninggalkan Persib dalam menciptakan peluang. Ruben Sanadi dkk mampu delapan kali menembak ke arah gawang dengan empat kali berbuah gol. Persib sendiri hanya dua kali melakukan sepakan akurat.
Pemain terbaik dalam laga ini tentu saja adalah Amido Balde. Berdasarkan statistik Jawa Pos yang bekerja sama dengan Statoskop, efisiensi Balde sangat luar biasa. Dia bisa melahirkan tiga gol hanya dari empat peluang. Selain itu, Balde dua kali melakukan dribel berbahaya dan dua-duanya sukses (100 persen).
Yang juga istimewa, selain menang empat kali dalam duel udara, Balde mencatat 85 persen dalam akurasi umpan (13 kali). Itu lebih baik ketimbang dua rekannya di depan, Dzhalilov dan Irfan.
Penampilan sensasional Balde disempurnakan oleh kualitas dua bek tengah Persib yang luar biasa jelek. Khususnya Saepulloh. Bermain 90 menit, dia cuma mencatat satu tekel. Sangat buruk untuk ukuran bek tengah. Artinya dia tidak tahu apa yang dia lakukan. Yang lebih parah, mantan bek Mitra Kukar itu sama sekali tidak pernah menang dalam duel udara!
Padahal, tugas Saepulloh adalah melakukan marking kepada Balde. Sialnya, Malisic juga tidak impresif. Bek asal Serbia tersebut melakukan tiga tekel. Tetapi cuma satu yang bersih tanpa pelanggaran.
Kalau Persib tidak melakukan perbaikan pada jantung pertahanannya, posisi mereka di Liga 1 bisa sangat berbahaya. Apalagi, Rabu 10 Juli mendatang, Persib akan menghadapi rival tradisionalnya, Persija Jakarta di kandang lawan.
Di sisi lain, tiga kali kemenangan beruntun di Liga 1 2019 menjadi momentum Persebaya untuk merangsek menjadi penantang serius dalam perburuan gelar. Mengalahkan Barito Putera, Selasa 9 Juli nanti di Gelora Bung Tomo, agaknya bukan hal yang sulit untuk diwujudkan. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
