
Edy Rahmayadi sudah minta tolong ke pihak kepolisian sejak awal
JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengapresiasi langkah Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola yang dibentuk Polri. Edy menginginkan ke depan PSSI bisa bersih dari mafia bola.
Gubernur Sumatera Utara itu juga angkat bicara tentang dugaan keterlibatan para petinggi PSSI dalam kejahatan terstruktur itu. Jika ada yang terbukti terlibat, PSSI masih menunggu keputusan kongres.
"Di kongres tahunan 2019 nanti dibicarakan. Pelanggaran harus kita bersihkan. Kalau saya melanggar, saya harus dibersihkan," ujarnya di Kota Medan, Jumat (28/12).
Mantan Pangkostrad itu juga tidak hanya mendesak kepolisian mengupas tuntas kasus mafia bola. Lebih jauh Edy membahasakan sudah minta tolong kepada institusi Polri.
"Minta tolong dari awal. Tolong mari kita bersama-sama, termasuk wartawan. PSSI kan milik kita semua. Kalau ada yang salah. Ayo sama-sama. Tapi jangan terus mengada-ngada, yang tidak ada diadakan," ungkapnya.
Dia mendukung penuh jika para tersangka yang terlibat mafia bola dihukum sesuai pelanggaran yang dilakukan. Termasuk akan memberikan sanksi tegas sesuai peraturan PSSI.
"Kalau di hukum positif, ada pasal-pasalnya. Kalau di persepakbolaan ada juga aturan mainnya. Termasuk ada tingkat denda, tak boleh sampai menyentuh persepakbolaan," tandasnya.
Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Lin Eng, mantan komisi wasit Priyanto dan anaknya Anik Yuni, serta anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
