
TANCAP GAS: Ketua Umum PSSI Erick Thohir ingin PSSI transparan dan akuntabel.
JawaPos.com - Rencana Indonesia dalam menyiapkan venue untuk Piala Dunia U-17 2023 kembali berubah. Setelah sebelumnya mengusulkan delapan kota, yang terbaru Indonesia hanya mengajukan empat kota.
Yaitu Jakarta, Bandung, Surakarta, dan Surabaya. Usulan itu telah disampaikan oleh PSSI kepada FIFA setelah inspeksi stadion-stadion dilakukan pada 28 Juli–1 Agustus lalu.
’’Hasil diskusi dengan FIFA, kami mengajukan nantinya di Jakarta yang main dua grup dan timnas main di Jakarta,’’ ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir dalam jumpa pers tadi malam.
Untuk Bandung, juga akan ada dua grup. Sementara Surabaya hanya satu grup dan Solo jadi lokasi penyelenggaraan pertandingan semifinal dan final. Hanya, Erick tidak menyebutkan detail stadion yang akan diajukan.
Namun, berdasar inspeksi FIFA kemarin, ada beberapa stadion besar yang diperiksa. Yakni, Jakarta International Stadium (JIS), Stadion Si Jalak Harupat (Bandung), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Manahan (Solo).
PSSI saat ini fokus mempersiapkan diri dengan berencana melakukan rapat dan diskusi dengan stakeholder sepak bola terkait. Seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Rapat ini untuk membahas perbaikan-perbaikan stadion yang di perlukan. Sebab, usulan Bandung dan Jakarta menggelar dua grup membuat seluruh pihak harus bekerja keras dalam mempersiapkan semuanya. Termasuk terkait lapangan latihan.
’’Tentu konsekuensinya kalau ada dua grup di Jakarta dan Bandung, maka tempat latihan harus ditambah. Bandung sudah ada tiga tempat latihan, nah itu harus ditambah. Jakarta juga harus tambah satu,’’ terang pria yang juga menjabat menteri badan usaha milik negara (BUMN) itu.
Ketika ditanya mengenai alasan tak mengusulkan venue di kota luar Pulau Jawa, Erick hanya mengatakan bahwa rencana itu diambil mengingat Piala Dunia U-17 2023 kini kurang dari 100 hari. PSSI tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan menggelar pertandingan di luar Pulau Jawa.
’’Dengan segala dinamika dan yang kita tahu pendanaan harus efisien dengan 100 hari, ini pilihan yang tak mudah,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, Erick menyampaikan bahwa FIFA nantinya akan kembali ke Indonesia untuk kali terakhir pada 26 Agustus. Tujuan kedatangan induk olahraga sepak bola dunia itu tak lain untuk finalisasi venue-venue untuk Piala Dunia U-17 2023.
Tim FIFA yang datang akhir bulan nanti pun lebih besar. Saat FIFA datang tersebut, Erick ingin semua persiapan terkait Piala Dunia U-17 2023 bisa tuntas. Termasuk perihal ad ministrasi seperti kontrak ke sepa katan dari pemerintah.
’’Kami tak mau hal ini jadi catatan. Ini harus sukses. Kita tuan rumah,’’ tegasnya. (drw/c17/ali)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
