Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Agustus 2023 | 20.29 WIB

Larangan Suporter Away Sebaiknya Dihapus Saja

RUKUN DAN DAMAI: Pendukung Persebaya Surabaya dan pendukung Persija Jakarta membaur di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat Persija menjamu Persebaya Minggu (30/7) malam lalu. - Image

RUKUN DAN DAMAI: Pendukung Persebaya Surabaya dan pendukung Persija Jakarta membaur di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat Persija menjamu Persebaya Minggu (30/7) malam lalu.

JawaPos.com - Sudah kalah, merasa dirugikan keputusan wasit, terancam sanksi pula. Begitu gambaran nasib Persebaya Surabaya setelah melawan Persija Jakarta (30/7).

Green Force kalah 1-0 oleh tuan rumah. Sudah begitu, suporter Green Force tampak hadir di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Tentu saja itu melanggar regulasi yang melarang suporter tamu away ke kandang lawan.

Lalu, bagaimana tanggapan Bonek? ’’Kami tidak mau beranda-andai tentang sanksi. Karena yang terpenting bagi kami adalah pertandingan di Jakarta berjalan lancar dan aman,’’ kata Koordinator Tribun Kidul Devara Noumanto kepada Jawa Pos.

Sebelumnya, Persebaya pernah disanksi Rp 25 juta. Itu akibat Bonek nekat away dalam laga kontra PSIS Semarang (16/7). Tapi, denda tersebut di bayar lunas oleh Bonek yang melakukan donasi.

Lalu, jika ada sanksi kedua, apakah akan ada donasi lagi? ’’Kalau kena sanksi lagi, ya donasi lagi. Itu sebagai salah satu bentuk perlawanan ke federasi,’’ tegas pria yang akrab disapa Sinyo itu.

Dia berharap PSSI meralat aturan tersebut. ’’Away itu ada lah salah satu ritual penting bagi suporter. Karena sesama suporter bisa bersilaturahmi dengan sahabatnya di kota yang lain. Tapi kenapa kok away seperti dijadikan hal yang ilegal begini? Menurut saya, sebaiknya aturan ini dihapus saja,’’ beber Sinyo.

Manajer Persebaya Yahya Alkatiri senada dengan suporter. Menurut dia, manajemen bingung dengan regulasi itu. Bahkan, Yahya mengaku Persebaya keberatan dengan larangan away tersebut.

’’Sebenarnya kami adalah salah satu klub yang tidak setuju dengan larangan away musim ini. Tapi semua kan bergantung federasi,’’ katanya kepada Jawa Pos.

Karena itu, dia memaklumi soal Bonek yang away ke Jakarta. Memang, pihaknya sudah sering memberikan imbauan kepada Bonek untuk tidak away.

’’Tapi, semuanya sekarang kembali ke pribadi masing-masing. Apalagi hubungan Bonek dan The Jak kan sudah cair,’’ jelasnya.

Pelatih Persebaya Aji Santoso juga tidak mau menyalahkan suporter. Sebab, mereka bisa masuk stadion karena beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya akses tiket.

’’Pengurus (klub) sudah mengimbau untuk tidak hadir. Tapi kalau mereka (Bonek) beli tiket dan dikasih, terus bagaimana? Siapa yang menyangka?’’ beber pelatih 53 tahun tersebut.

Hal itu membuat Aji bingung. Sebab, suporter bisa masuk karena ada kemudahan dari pihak lain. Karena itu, dia berharap Persebaya tidak terkena sanksi untuk kali kedua. ’’Makanya kalau (Komdis PSSI) mau menghukum, ya dilihat-lihat dulu,’’ imbuh Aji. (gus/c17/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore