
RUKUN DAN DAMAI: Pendukung Persebaya Surabaya dan pendukung Persija Jakarta membaur di tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, saat Persija menjamu Persebaya Minggu (30/7) malam lalu.
JawaPos.com - Sudah kalah, merasa dirugikan keputusan wasit, terancam sanksi pula. Begitu gambaran nasib Persebaya Surabaya setelah melawan Persija Jakarta (30/7).
Green Force kalah 1-0 oleh tuan rumah. Sudah begitu, suporter Green Force tampak hadir di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Tentu saja itu melanggar regulasi yang melarang suporter tamu away ke kandang lawan.
Lalu, bagaimana tanggapan Bonek? ’’Kami tidak mau beranda-andai tentang sanksi. Karena yang terpenting bagi kami adalah pertandingan di Jakarta berjalan lancar dan aman,’’ kata Koordinator Tribun Kidul Devara Noumanto kepada Jawa Pos.
Sebelumnya, Persebaya pernah disanksi Rp 25 juta. Itu akibat Bonek nekat away dalam laga kontra PSIS Semarang (16/7). Tapi, denda tersebut di bayar lunas oleh Bonek yang melakukan donasi.
Lalu, jika ada sanksi kedua, apakah akan ada donasi lagi? ’’Kalau kena sanksi lagi, ya donasi lagi. Itu sebagai salah satu bentuk perlawanan ke federasi,’’ tegas pria yang akrab disapa Sinyo itu.
Dia berharap PSSI meralat aturan tersebut. ’’Away itu ada lah salah satu ritual penting bagi suporter. Karena sesama suporter bisa bersilaturahmi dengan sahabatnya di kota yang lain. Tapi kenapa kok away seperti dijadikan hal yang ilegal begini? Menurut saya, sebaiknya aturan ini dihapus saja,’’ beber Sinyo.
Manajer Persebaya Yahya Alkatiri senada dengan suporter. Menurut dia, manajemen bingung dengan regulasi itu. Bahkan, Yahya mengaku Persebaya keberatan dengan larangan away tersebut.
’’Sebenarnya kami adalah salah satu klub yang tidak setuju dengan larangan away musim ini. Tapi semua kan bergantung federasi,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Karena itu, dia memaklumi soal Bonek yang away ke Jakarta. Memang, pihaknya sudah sering memberikan imbauan kepada Bonek untuk tidak away.
’’Tapi, semuanya sekarang kembali ke pribadi masing-masing. Apalagi hubungan Bonek dan The Jak kan sudah cair,’’ jelasnya.
Pelatih Persebaya Aji Santoso juga tidak mau menyalahkan suporter. Sebab, mereka bisa masuk stadion karena beberapa faktor. Salah satunya adalah adanya akses tiket.
’’Pengurus (klub) sudah mengimbau untuk tidak hadir. Tapi kalau mereka (Bonek) beli tiket dan dikasih, terus bagaimana? Siapa yang menyangka?’’ beber pelatih 53 tahun tersebut.
Hal itu membuat Aji bingung. Sebab, suporter bisa masuk karena ada kemudahan dari pihak lain. Karena itu, dia berharap Persebaya tidak terkena sanksi untuk kali kedua. ’’Makanya kalau (Komdis PSSI) mau menghukum, ya dilihat-lihat dulu,’’ imbuh Aji. (gus/c17/ali)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
