
Permainan Witan Sulaeman semakin gemilang. (persija.id)
JawaPos.com – Witan Sulaeman senang ketika Persija Jakarta berhasil mengatasi perlawanan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 1-0. Keberhasilan itu tak hanya mendongkrak posisi Macan Kemayoran, tapi memotivasi permainan Persija ke depannya.
Witan menyebutkan bahwa kemenangan yang diraih dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain Macan Kemayoran menatap laga selanjutnya, yakni melawan PSS Sleman, Jumat (4/8).
“Alhamdulillah kami bisa mendapatkan tiga poin. Kemenangan melawan Persebaya membuat tim mendapatkan kepercayaan diri lebih untuk menatap pertandingan selanjutnya. Karena seperti yang diketahui jeda antara laga melawan Persebaya dan laga melawan PSS tidak terlalu lama,” ujar mantan pemain FK Senica itu.
Walau begitu, pemain kelahiran Palu, berusia 21 tahun, itu tak mau cepat puas. Dirinya mempunyai misi untuk terus bekerja keras di setiap sesi latihan dan saat bertanding.
“Setelah meraih kemenangan ini, kami semua tetap harus bekerja keras lagi agar terus bisa menampilkan permainan terbaik untuk tim ini (Persija),” ungkapnya.
Di laga vs Persebaya, Witan memberikan pengaruh besar setelah membuat Arief Catur Pamungkas mendapat kartu merah usai melanggarnya beberapa meter di luar kotak penalti.
Keputusan wasit Armyn Dwi Suryathin pun menjadi kontrovesial. Sebab, beberapa pihak menyebutkan bola sempat mengenai tangan Witan terlebih dahulu sebelum dilanggar oleh Arief.
Saat ditanya mengenai insiden kartu merah yang melibatkan dirinya, Witan merasa tidak mengontrol bola sama sekali dengan tangannya.
“Saya merasa saya kontrol bola dengan kaki kanan saya bukan pakai tangan. Tapi, saya harus melihat tayangan ulangnya untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi,” ucap Witan mengakhiri pembicaraan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
