
BUTUH PEMBENAHAN: Jakarta International Stadium disiapkan menjadi salah satu venue Piala Dunia U-17 2023 pada 10 November hingga 2 Desember mendatang.
JawaPos.com – PSSI menyiapkan delapan stadion untuk penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 Indonesia. Enam di antaranya adalah venue yang disiapkan untuk Piala Dunia U-20 2023.
Yaitu, Stadion Gelora Ja kabaring (Palembang), Stadion Utama Gelora Bung Karno (Jakarta), Sta dion Si Jalak Harupat (Ban dung), Stadion Ma nahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Gianyar).
Lalu, dua stadion lain yang disiapkan adalah Jakarta International Stadium (Jakarta) dan Stadion Pakansari (Bogor). Di antara dua stadion baru yang disiapkan itu, JIS menjadi venue yang mendapat sorotan FIFA.
Stadion yang berlokasi di Jakarta Utara itu perlu menjalani perbai kan rumput. FIFA sudah menyurati PSSI untuk memperbaiki rumput JIS.
’’Surat itu sudah kami terima pada 20 Juli. Sehingga Pak Ketua Umum PSSI (Erick Thohir) sudah menyampaikan hal itu ke Kemenpora supaya proses nya bisa dipercepat,’’ ujar Wakil Ketua Umum II PSSI Ratu Tisha Destria.
Mantan sekretaris jenderal PSSI itu menerangkan, semua infrastruktur yang disiapkan untuk Piala Dunia U-17 ditargetkan siap pada akhir September. Paling telat Oktober awal.
Sebab, pada Oktober atau sebulan sebelum Piala Dunia U-17 digelar, perwakilan tim-tim peserta kejuaraan itu akan datang ke Indonesia. Mereka akan meninjau fasilitas yang disiapkan tuan rumah.
’’Jadi, lebih baik sebelum Oktober sudah rapi semua. Sehingga, saat mereka datang, kita tidak sedang dalam proses renovasi,’’ tegas Tisha.
Jika seluruh venue ditargetkan ready pada September, apakah rumput JIS perlu dibongkar total? Tisha belum bisa menjelaskan detail teknisnya. FIFA akan datang bersama konsultan untuk menangani itu.
’’Yang pasti nanti lebih detailnya dari mereka. Tapi, mereka memprediksi dalam surat yang kami terima bahwa pengerjaannya membutuhkan waktu 8–10 pekan. Soal teknikal, kita yang bukan expert sama-sama jangan komentar. Itu ada keilmuannya sendiri,’’ terang Tisha.
’’Tinggal kita lihat seperti apa nanti hasil assessment FIFA tersebut setelah inspeksi. Bagaimana cara membongkar? Ataukah itu perlu dibongkar atau ditambah? Sebab, standardisasi FIFA yang paling penting itu adalah fast recovery,’’ pungkas alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) itu. (fiq/c17/ali)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
