Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Januari 2017 | 13.33 WIB

Shohei Matsunaga Tertarik Bela Timnas Indonesia

Shohei Matsunaga sudah nyaman menetap di Indonesia dan ingin menjadi WNI. - Image

Shohei Matsunaga sudah nyaman menetap di Indonesia dan ingin menjadi WNI.

JawaPos.com - Gelandang serang Persib asal Jepang, Shohei Matsunaga, ternyata menyimpan hasrat untuk bisa menjadi warga negara Indonesia (WNI). Dia pun tertarik membela Timnas Indonesia di pentas internasional.


Keinginan itu terkuak saat dirinya berlatih sendiri di Lapang Sidolig, kemarin. Namun bukan hanya ingin bermain di Timnas saja alasan pria kelahiran 7 Januari 1989 itu ingin mengubah kewarganegaraannya itu.


Pemain yang sudah hampir enam tahun bermain di kompetisi negeri ini, mengaku sudah merasa nyaman tinggal di Indonesia. Begitu pula sang istri yang kini tengah mengandung dan berencana melahirkan di Indonesia.


”Saya suka main di Indonesia, banyak teman di sini dan saya sudah betah. Ada keinginan juga untuk main bersama Timnas,” ungkap Shohei di Lapangan Sidolig.


Menurutnya, secara kultur Indonesia lebih menyenangkan daripada Jepang yang menurutnya mayoritas gila kerja. ”Jepang memang terlihat begitu indah. Tapi, banyak orang di sana tatapannya seperti kosong,” katanya.


”Mereka banyak uang tapi tidak tahu cara menghabiskannya. Kalau di Indonesia punya uang atau tidak, bisa senang,” jelas pemain akan kali kedua membela Persib.


Jika mengacu pada sejumlah syarat menjadi seorang WNI, Matsunaga termasuk sudah memenuhi salah satu syaratnya. Dia telah berada di Indonesia lebih dari lima tahun dan membela tim-tim seperti Gresik United dan Persiba Balikpapan. Dia juga sudah mampu berbahasa Indonesia dengan baik, dan, dari sisi usia pun masih terbilang muda.


”Saya sudah bilang juga kepada manajemen keinginan menjadi warga Indonesia. Mereka pun punya niat membantu saya, mudah-mudahan bisa,” jelas Shohei.


Dimintai tanggapan oleh para pewarta terkait terbitnya regulasi untuk kompetisi ISL 2017, yang salah satu poinnya mewajibkan tim menyertakan pemain berusia di bawah 23 tahun dalam starting eleven. Shohei menilai, aturan itu sangat bagus untuk tumbuh kembang pesepak bola muda Indonesia. ”Itu kesempatan buat pemain lokal untuk menunjukan kualitas,” ungkap Shohei.


Shohei berpendapat, pemain muda bisa diandalkan selama mendapat kepercayaan dari pelatih dengan memberikan jam bermain yang lebih banyak. Dia mengatakan, sewaktu berseragam Persiba, banyak pemain muda yang punya kualitas mumpuni semisal Abdul Azis, Heri Susanto dan Hanif Syahbandi. ”Saya percaya pada pemain muda. Karena saat di dalam lapangan semua sama rata,” ujarnya.


Di Eropa atau di tanah kelahirannya, lanjut Shohei, tren memberi banyak kesempatan bagi penggawa muda telah dilakukan bertahun-tahun lalu. Proses adaptasi pun, menurut dia, tak akan menjadi kendala selama para pemain muda punya tekad besar dan berani bersaing bersama para seniornya. "alau lihat Eropa usia 17 tahun mereka bisa main reguler,” ucapnya.


Dia pun turut mengapresiasi lahirnya aturan baru soal pembatasan kuota pemain asing. Kendati berstatus sebagai pemain impor, dia justru menilai hal tersebut sebagai langkah tepat untuk membuka peluang lahirnya pemain lokal yang andal.


”Kalau kuota Asia kan dari dahulu satu. Mungkin sekarang pemain Eropa yang susah dapat tim. Bagus untuk regenerasi,” ujarnya.(sib/bbs/ign/ira/JPG)

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore