Ketua Umum PSSI Erick Thohir menemui para pemandu pemain untuk pertandingan FIFA Match Day Indonesia melawan Argentina, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/6/2023)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji Menteri BUMN yang juga Ketua Umum PSSI Erick Thohir karena membenahi federasi sepak bola tanah air secara menyeluruh.
Jokowi melihat keseriusan Erick dari persiapan Piala Dunia U-17. Dia terkesan PSSI menggelar seleksi Timnas U-17 sampai berkeliling ke 10 kota.
Bukan hanya Jokowi, kepemimpinan mantan bos Inter Milan itu juga diapresiasi mayoritas masyarakat Indonesia. Hal itu tercermin dari survei terbaru yang dirilis oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebut 90,4 persen masyarakat puas atas kinerja Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI.
Pakar Manajemen Prestasi Olahraga Prof. Djoko Pekik mengakui, terobosan dan gebrakan yang dilakukan oleh PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir membawa hasil yang baik bagi pembenahan sepak bola Indonesia.
Djoko Pekik mencontohkan upaya Erick dalam melakukan seleksi pemain Timnas U-17 yang dinilai sangat tepat. Meski hanya 10 kota, namun hal tersebut sangat baik meskipun dengan waktu sangat singkat karena hanya menyisakan tiga bulan.
“Prinsipnya setuju dengan pola seleksi tersebut. Sepakat (dengan pujian Presiden), akan lebih baik di banyak tempat. Tapi mungkin karena waktu pendek sehingga hanya di 10 kota,” kata Prof Djoko Pekik kepada wartawan, Kamis (13/7).
Diakui Prof Djoko Pekik, dengan menyisakan waktu tiga bulan sangat sulit menyiapkan tim yang tangguh, namun Guru Besar Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta ini optimis tim Garuda muda mampu menembus 8 besar bahkan final Piala Dunia U-17 sebagaimana yang permintaan Presiden Jokowi kepada PSSI.
“Agak sulit (menyiapkan tim tangguh dalam tiga bulan). Target boleh saja, team harus optimis, namun kita harus realistis untuk masuk final cukup berat, target masuk 8 besar sudah cukup bagus,” jelasnya.
Prof Djoko Pekik tak menampik pujian Presiden Jokowi kepada Ketua Umum PSSI Erick Thohir yang mampu merubah wajah sepak bola Indonesia, baik manajemen maupun kualitas sepak bola yang kian profesional, baik itu timnas maupun liga Indonesia itu sendiri.
“Semoga memotivasi dan konsisten,” harapnya.
Ketua KONI Yogyakarta itu meminta PSSI terus memberikan perhatian serius dalam pembinaan pemain usia dini, serta perbanyak pelatih-pelatih yang berlisensi Pro Diploma atau lisensi level tertinggi yang diberikan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) demi kemajuan sepak bola Indonesia ke depan.
“Bina usia muda harus dimaksimalkan, kompetisi berkualitas dan bersih, perbanyak pelatih berlisensi Pro Diploma,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah FIFA World Cup U-17 harus juga ditunjukkan dengan mempersiapkan tim nasional yang tangguh. Oleh karenanya, demi mencapai target yang diberikan presiden, kualitas timnas harus bisa bersaing dengan 23 tim negara lainnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
