Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Juli 2023 | 23.40 WIB

Insiden Pengeroyokan Suporter Persis Solo usai Menghadapi Persebaya, Fakta dan Dampaknya Terhadap Liga 1

Persis Solo saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (1/7). (Twitter/@persisofficial) - Image

Persis Solo saat menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Manahan, Sabtu (1/7). (Twitter/@persisofficial)

JawaPos.com – Pertandingan Liga 1 antara Persis Solo kontra Persebaya Surabaya sudah dilangsungkan pada Sabtu (1/7). Namun, kisah miris seorang pendukung Persis mendapat pengeroyokan mencuat sekaligus mencoreng citra sepak bola Tanah Air.

Berikut ini adalah fakta-fakta lengkap terkait pengeroyokan suporter Persis.

Setelah pertandingan berakhir, sekelompok suporter Persis diduga melakukan pengeroyokan terhadap penggemar Persis lainnya di sebelah timur Kampus UNS, Kecamatan Jebres, Solo.

Kejadian ini berlangsung di luar lingkungan stadion. Tujuh orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut berhasil diamankan oleh petugas Polresta Solo.

Ketujuh orang yang diamankan tersebut merupakan suporter Persis. Namun, polisi belum mengungkap kelompok suporter mana yang mereka wakili.

Kasat Reskrim Polresta Solo, Kompol Agus Sunandar, memastikan bahwa mereka adalah oknum suporter yang hadir dalam pertandingan Persis melawan Persebaya di Stadion Manahan.

“Motif pengeroyokan ini diduga terkait pertentangan antara kelompok suporter Persis Solo dengan kelompok suporter lainnya. Para pelaku menganggap korban sebagai bagian dari kelompok suporter lawan. Namun, penyebab pasti dan latar belakang konflik tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang,” ujar Kapolres Solo, Kombes Iwan Saktiadi.

Akibat pengeroyokan tersebut, satu orang mengalami luka-luka dan memerlukan perawatan medis. Polisi juga meminta keterangan dari puluhan saksi yang terlibat dalam kejadian tersebut. Keterangan saksi-saksi ini akan menjadi bukti penting dalam penyelidikan kasus ini dan membantu pihak berwenang mengungkap kebenaran di balik pengeroyokan tersebut.

Tindakan tegas terhadap pelaku insiden ini mengejutkan warga Solo dan menyisakan keprihatinan dalam dunia sepak bola Indonesia. Panitia penyelenggara pertandingan (panpel) Liga 1 berencana untuk mengambil tindakan tegas terhadap suporter yang terlibat dalam kerusuhan ini. Selain melaporkan kejadian ini ke PT Liga Indonesia Baru (LIB), para pelaku juga berpotensi untuk tidak diizinkan masuk ke stadion di masa mendatang dan akan didaftarhitamkan.

“Insiden ini dan usulkan agar para pelaku pengeroyokan ini di blacklist dan dilarang masuk ke stadion. Pihak kepolisian telah mencapai kesepakatan dengan elemen suporter untuk menjaga kondusivitas dan mencegah kerusuhan serupa terjadi di masa mendatang,” reaksi Gibran Rakabuming Raka, Wali Kota Solo.

Dampak terhadap gelaran Liga 1, Wali Kota Solo berharap bahwa insiden ini tidak akan berdampak pada rencana gelaran Liga 1 di kota tersebut. Dalam upaya menjaga suasana yang kondusif, Gibran Rakabuming Raka telah mengumpulkan semua elemen suporter Persis Solo dan mengingatkan mereka untuk berhati-hati.

Solo dijadwalkan menjadi tuan rumah beberapa acara penting dalam waktu dekat, sehingga penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Insiden pengeroyokan suporter Persis Solo ini mengguncang Kota Solo dan menimbulkan keprihatinan dalam dunia sepak bola Indonesia. Tindakan tegas dan kerja sama antara pihak kepolisian, panitia penyelenggara, dan suporter menjadi hal yang penting dalam mencegah terulangnya kejadian serupa dan menjaga kedamaian dalam setiap pertandingan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore