Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juli 2017 | 01.15 WIB

Mantan Bisa Menyakitkan

Atep menyatakan pertandingan menghadapi Persija cukup berat. - Image

Atep menyatakan pertandingan menghadapi Persija cukup berat.

JawaPos.com - Duel antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Gedebage, Sabtu (22/7), menghadirkan sisi lain. Yakni, ambisi sang mantan dari kedua kubu untuk saling mengalahkan. 


Diketahui, di Persib saat ini terdapat tiga pemain yang pernah merumput bersama Persija. Mereka adalah Toni Sucipto, Raphael Maitimo, dan sang kapten Atep Ahmad Rizal. Sementara, di Persija terdapat nama mantan kapten sekaligus ikon Persib, Maman Abdurrahman. 


Sebetulnya, di klub berjuluk Macan Kemayoran itu terdapat tiga nama lain yang pernah menimba ilmu di Persib. Yakni, Andritany Ardhiyasa yang mengawali karier di Persib dan Sutanto Tan jebolan Persib U-19, dan Ryuji Utomo di Persib U-21. Namun, ketiganya tidak sempat sampai tim senior Persib dan justru kini menjadi andalan Macan Kemayoran, julukan Persija. 


Jika melihat statistik penampilan mantan dari kedua kubu, bukan tidak mungkin laga hari ini bisa berpotensi memberi luka bagi tim sebelumnya. Maman, misalnya. Pemain yang menggubakan nomor punggung 6 itu memang belum mencetak gol. Namun, perannya di lini belakang sangat sentral menjaga gawang dari kebobolan. Total 1273 menit penampilan menjadi bukti.


Sementara, di kubu tuan rumah, Atep dan Maitimo menjadi mantan yang patut diwaspadai. Atep, misalnya. Dari total 1039 menit, Atep mencetak tiga gol dan satu asist. Sementara, Maitimo mencipatakan dua gol dan dua asist dari  total 760 menit.


Atep menyatakan pertandingan menghadapi Persija cukup berat. Sebab, Persija disebutnya sedang dalam tren positif setelah 10 pertandingan terakhir tanpa terkalahkan. Meski begitu, pemain yang biasa beroperasi di sisi sayap itu optimistis pihaknya mampu bangkit meski kini ditinggal Djajang Nurjaman yang mengundurkan diri. 


"Kami pernah mengalami hal serupa ditinggal pelatih ketika lawan PSM dan saat itu juga PSM sedang dalam tren bagus dan akhirnya kami menang," ujarnya. 


Oleh sebab itu, laga melawan Persija menjadi momentum baik untuk bangkit. "Ini pertarungan harga diri. Jadi menurut saya, harusnya kami bisa bermain seperti melawan PSM dengan meraih kemenangan. Lawan Persija menjadi obat semuanya," paparnya. 


Sementara itu, Maman menuturkan, pengalaman bermain bermain melawan Persib dengab kostum Persija sudah pernah dialaminya pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016. 


"Saya tidak pernah mikirkan apapun. Terpenting fokus main. Pokonya ejekan atau apa saja tidak saya pikirkan. Untuk target pastinya tiga poin, tapi kalau hasilnya seri pun cukup bagus," ungkap  pemain dengan posisi bek itu. 


Maman juga berharap bobotoh bisa menikmati pertandingan dan memberikan aksi yang kreatif. "Sudah tidak jamannya anarkis. Kalau cuma diteriakin  yang cenderung menyoraki itu sudah biasa," ujarnya. 


Terkait strategi menghentikan permainan cepat Persib, mantan pemain Persijatim Jakarta Timur itu mengaku tim melalui pelatih sudah mengantisipasi segala kemungkinan. "Semoga berjalan lancar di pertandingan nanti. 

Editor: Irawan Dwi Ismunanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore