
PSM Makassar berhasil meraih kemenangan di laga perdana
JawaPos.com - PSM Makassar tampil perkasa saat menggulung 3-1 Persela Lamongan pemain di Stadion Andi Mattalatta, Minggu (16/4). Banyak drama yang terjadi dalam laga ini, termasuk dua kartu merah.
Sejak awal laga, pasukan Robert Rene Alberts ini memang langsung tancap gas. Terbukti, laga baru berjalan 50 detik, Reinaldo langsung catatkan namanya di papan skor.
Gol ini berawal dari tendangan bebas, bola langsung diarahkan ke kotak penalti Persela. Reinaldo Elias dengan sempurna menyontek bola meski dikawan bek Persela.
Kebobolan gol cepat, bikin permainan Persela agak canggung. Beberapa kali para pemain mereka melakukan salah umpan.
Alhasil, Juku Eja berhasil menambah golnya menit ke-22. Berawal dari umpan dari kiri, Jan Pluim mampu memanfaatkan kesalahan dari Choirul Huda dalam membaca bola. Pemain yang berstatu marquee player itu-pun dengan mudah menceploskan bola.
Persela mulai menemukan ritme permainan. Serangan yang mereka bangun cukup berbahaya.
Pada menit ke-40, Ivan Carlos mengancam. Namun, rapatnya pertahanan PSM bikin penyerang asal Brasil itu mati kutu.
Alih-alih memperkecil kedudukan, Persela malah kembali kebobolan empat menit jelang turun minum.
Kali ini gantian M Rachmat yang mencatatkan namanya di papan skor menit ke-41. Serangan yang disusun dengan baik oleh Pluim, yang meneruskan kepada Renaldo. Penyerang berpaspor Australia ini kemudian memberi umpan manis dengan sundulan ke Rachmat yang langsung melepaskan bola menyusur tanah.
Skor 3-1 untuk PSM bertahan hingga turun minum. Usai jeda, pasukan Robert Alberts ini kembali menekan.
Pada menit ke-52, Juku Eja nyaris cetak gol keempatnya. Ini andai tembakan voli Asnawi Mangkualam tak membentur mistar gawang.
Usaha Persela untuk kejar ketertinggalan kian berat. Hal itu lantaran Aang Suparman harus diusir oleh wasit karena melanggar Rachmat dengan keras. Mantan pemain Persiba Balikpapan ini menerima kartu kuning kedua dan harus mandi lebih cepat.
Unggul jumlah pemain, PSM tampak nyaman memainkan tempo. Pada menit ke-77, Ferdinand nyaris memberikan dampak positif. Ini setelah tendangan bebasnya membentur tiang gawang.
Pada menit ke-84, PSM juga harus menerima kenyataan bermain dengan 10 pemain. Hal itu setelah Ferdinand Sinaga diusir wasit karena dianggap memukul kepala Ivan Carlos usai berduel perebutan bola.
Dua menit jelang bubaran, Persela akhirnya berhasil memperkecil kedudukan melalui Ivan Carlos. Mendapat umpan manis dari Eka Ramdani, penyerang Brasil ini mampu melewati dua bek PSM, dan langsung menceploskan bola ke gawang Rivki Mokodompit.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
