
Yumami Notau Fitra, atau akrab disapa Dayum, sudah berkeliling nusantara demi mendukung Semen Padang.
JawaPos.com - Dia rela keliling Indonesia demi Semen Padang. Dia berteriak dengan lantang, tak peduli meski di kandang lawan. Sejak 2009, dia mengabdikan hidupnya untuk Kabau Sirah, julukan Semen Padang.
Namanya Yumami Notau Fitra, atau akrab disapa Dayum. Usianya masih muda, baru 25 tahun. Meski demikian, dia layak menyandang status suporter Semen Padang paling fanatik. Di mana pun tim asuhan Nilmaizar bermain, di situ pasti ada Dayum. "Semen Padang bagi saya adalah identitas. Identitas yang bisa saya banggakan untuk kancah nasional dan internasional," kata Dayum ketika berbincang dengan JawaPos.com.
Dayum hadir di Stadion Ratu Pamelingan, Pamekasan, Rabu (8/2) kemarin. Dia jauh-jauh datang dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) hanya untuk mendukung Semen Padang. Dayum menjadi satu-satunya pendukung Semen Padang di tengah lautan suporter Madura United yang hadir di stadion. Meski begitu, Dayum tak takut untuk memberikan teriakan semangat pada Hengki Ardiles dan kawan-kawan.
Pamekasan adalah kota kesekian puluh yang sudah dia singgahi. Dayum mengaku berani keliling Indonesia untuk mendukung Semen Padang. Dayum sudah mengabdikan hidupnya untuk Semen Padang sejak 2009. Dayum rela menempuh perjalanan sejauh 70 kilometer dari rumahnya yang berada di Kabupaten Solok ke Kota Padang. Semua itu dia lakukan demi bisa menyaksikan langsung Semen Padang bertanding di Stadion H. Agus Salim.
Memasuki 2010, Dayum mulai aktif di pertandingan away Kabau Sirah. Tur ke Pekanbaru, Riau menjadi momen pertamanya mendukung Semen Padang di luar Bumi Minang. Meski aksinya sangat menguras kantong, Dayum tak pernah khawatir kekurangan bekal atau uang.
"Saya tur dengan dana pribadi. Kalau ada uang lebih, saya naik bus atau pesawat. Kalau berhemat ya estafet dari Kota Padang dengan menumpang truk. Alhamdulillah, selama ini banyak perantau Minang yang membantu saya dengan memberi uang saku, atau tiket masuk ke stadion," aku dirigen suporter pendukung Semen Padang, The Kmer's ini.
Karena kecintaannya kepada Semen Padang ini, Dayum sudah berkeliling nusantara. Hampir semua kota di Pulau Sumatera dan Jawa pernah dia singgahi. Untuk luar Jawa, Dayum pernah mengikuti Semen Padang ke ke Bali, Samarinda, Balikpapan dan Banjarmasin. Dayum mengaku masih memiliki cita-cita yang belum terpenuhi. Yakni mendukung langsung Semen Padang di Jayapura.
Dari kegemarannya keliling Indonesia untuk mendukung Semen Padang, Dayum mendapat banyak manfaat. "Pertama, ini pengalaman hidup yang sangat berharga untuk saya. Kedua, saya memiliki banyak saudara. Dan yang ketiga, saya juga banyak bertemu tokoh masyarakat. Itu sangat menguntungkan sekali untuk saya," sambungnya.
Sebagai suporter, Dayum mengungkapkan harapannya untuk kepengurusan anyar PSSI. Dia ingin tak ada lagi tindak pengaturan skor atau mafia wasit. Menurut Dayum, momen paling menyebalkan adalah saat melihat timnya kalah bukan karena kualitas, tapi campur tangan pihak ketiga.
"Tetapi selagi fair, berapapun kekalahannya, kami akan terima dengan lapang dada. Karena itulah sepakbola. Kalah dan menang itu biasa. Tapi kalau kalah karena dicurangi, saya tidak bakal terima," tandasnya. (saf/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
