
HARUS BERSIASAT: Striker PSS Sleman Rizki Novriansyah melewati hadangan kiper lawan.
JawaPos.com- Fans sepak bola Indonesia yang klub kesayangannya bermain di Liga 2 tampaknya harus pintar-pintar berbagi waktu. Sedangkan klub butuh usaha keras untuk meyakinkan penonton datang ke stadion. Sebab, serangkaian laga kompetisi level kedua tanah air itu berlangsung di tengah pekan.
Ya, karena pembagian waktu hak siar dengan Liga 1 yang umumnya dimainkan pada akhir pekan, mayoritas pertandingan Liga 2 berlangsung pada Senin hingga Kamis. Bahkan, pada Selasa rencananya ada pertandingan yang digelar siang.
Ratu Tisha Destria, direktur kompetisi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, belum mau bicara banyak soal jadwal. Namun, keputusan laga di tengah pekan itu merupakan hasil pembahasan dengan pemegang hak siar. ”Draf jadwal sedang disusun. Nanti kami bagikan ke klub dalam waktu dekat,” katanya.
Kemungkinan lebih sering bermain di tengah pekan tersebut membuat beberapa klub resah. CEO Persijap Jepara Esti Puji Lestari menyatakan, keresahan klub-klub itu sejatinya sudah disampaikan saat manager meeting di Makostrad, Jakarta, 30 April lalu. ”Tapi, apa yang kami sampaikan semuanya mental (tak digubris, Red),” ucapnya.
Dengan begitu, ungkap Esti, klub-klub tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya pasrah atas keputusan yang sudah diambil federasi. Padahal, lanjut Esti, Senin–Kamis adalah hari aktif bekerja. Sebagian besar warga Jepara juga kesulitan untuk menonton di stadion kalau laga bukan di akhir pekan.
Dengan mayoritas pertandingan pada Senin–Kamis itu, sebut Esti, akan terjadi dua dampak besar di Kota Jepara saat Liga 2 berlangsung. Pertama, sangat mungkin ada banyak perusahaan rumahan yang tidak bisa berproduksi maksimal karena ditinggal buruhnya menonton pertandingan.
Kedua, pendapatan klub dari tiket akan berkurang jika penonton sepi. ”Jadi, tidak hanya berjuang untuk tidak masuk kelompok besar tim yang terdegradasi, kami juga harus memutar otak lebih keras agar pertandingan di tengah pekan tidak sepi penonton,” papar Esti.
Di sisi lain, Rumadi, direktur operasional PT PSS (Putra Sleman Swasembada) yang tidak lain adalah badan hukum PSS Sleman, mengaku menerima kebijakan dari federasi dan operator tersebut. Dia beralasan, federasi sudah pasti memikirkan dampak keputusan yang mereka ambil. ”Jadi, kami tidak berkeberatan untuk bermain di tengah pekan,” ucapnya.
Bahkan, Rumadi menyebutkan, meski terancam kehilangan banyak penonton, bermain di tengah pekan itu bakal menjadi tantangan tersendiri bagi pihaknya. Dengan begitu, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah konsep untuk menjadi magnet bagi para penonton. Antara lain dengan menyiapkan door prize bagi mereka.
”Kami sudah menyiapkan empat sepeda serta kulkas dalam setiap pertandingan. Hadiah itu akan kami bagikan kepada penonton yang tiketnya memenangkan undian,” kata Rumadi. ”Kami juga sudah punya basis suporter yang jelas. Jadi, kami optimistis tidak akan sepi penonton dalam setiap pertandingan,” tegas dia.
Sebelumnya TV One memastikan diri sebagai pemegang hak siar Liga 1 dan Liga 2. Menurut CEO TV One Ardi Bakrie, selama sepekan akan ada siaran langsung13 laga. Terdiri atas tujuh laga Liga 1 dan enam laga Liga 2.
Meski jadwal masih diatur operator, Ardi membeberkan bahwa setiap hari akan ada dua pertandingan. ”Kecuali Selasa yang rencananya ada satu pertandingan Liga 2 di siang hari,” ujarnya 29 Maret lalu.
”Ini jadi sejarah tersendiri. Sebab, baru kali ini ada media menayangkan Liga 2 dengan jumlah yang hampir sama dengan Liga 1. Kami berharap ke depannya olahraga Indonesia bisa jadi lebih baik. Terutama sepak bola, bisa jadi macan Asia,” tegas suami Nia Ramadhani itu. (ben/jpg/c9/ham)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
