
Jumpei Iida pernah mencatat rekor mengeluarkan kartu merah tercepat.
JawaPos.com - Timnas Indonesia patut cemas dengan ditunjuknya wasit asal Jepang, Jumpei Iida, sebagai pengadil pada laga leg pertama final Piala AFF 2016 melawan Thailand di Stadion Pakansar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (14/12).
Pasalnya, wasit kelahiran Kanagawa pada 14 Agustus 1981 itu tak lepas dari catatan kontroversial. Bahkan, Iida punya rekam jejak yang mencengangkan, yakni sebagai pemegang rekor mengeluarkan kartu merah tercepat kala laga baru berjalan 9 detik!
Seperti diberitakan sponichi.co.jp pada 4 Mei 2009, kartu merah itu dikeluarkan dalam laga J2 di Jepang antara Tokyo Verdy melawan Sagan Tosu di Stadion Ajinomoto, 15 April 2009. Saat itu, Iida mengusir gelandang Tokyo Verdy, Tomo Sugawara, saat pertandingan baru berumur 9 detik.
Sugawara diusir oleh Iida karena dianggap menghalangi peluang mencetak gol pemain Tosu, Ikeda. Sugawara dengan sengaja menghalangi bola sepakan Ikeda masuk ke gawang dengan tangan kirinya. Meski harus bermain dengan 10 orang sejak 9 detik awal, Tokyo Verdy tetap memenangi laga 2-0.
Sementara itu, dari data yang dimuat WorldReferee.com, Iida tercatat pernah memimpin laga Timnas U-16 Indonesia melawan Guam U-16 pada 17 September 2011. Dalam laga kualifikasi Piala AFC U-16 2012 itu, Indonesia menang 17-0.
Lima hari berselang, di ajang yang sama, Iida kembali memimpin laga Indonesia melawan Australia U-16. Di laga tersebut, Ichsan Kurniawan dkk kalah 2-5.
Tim asal Indonesia lainnya yang pertandingannya pernah diwasiti Iida adalah Persibo Bojonegoro dan Semen Padang di Piala AFC 2013. Saat itu, Persibo kalah 0-3 dalam lawatan ke markas klub Myanmar Yangon United (26/2/2013. Sementara Semen Padang kalah 0-1 saat dijamu klub India East Bengal (17/9/2013).
Namun, bukan hanya Indonesia yang pernah merasakan dipimpin Iida. Thailand pun sempat merasakan ketegasan wasit berusia 35 tahun itu beberapa kali.
Pertama adalah saat Thailand U-16 menang 3-2 atas Australia U-16 pada kualifikasi Piala Asia U-16 2012 pada 12 September 2011. Dia juga dua kali memimpin laga Thailand U-19.
Pertama saat menang 3-0 atas Singapura U-19 dalam kualifikasi Piala Asia U-19 2016 (4/10/2015), lallu ketika kalah 2-3 dari Bahrain U-19 pada fase grup Piala Asia U-19 2016 (19/10/2016).
Khusus untuk ajang Piala AFF, Iida baru berpartisipasi pada 2014. Namun, dia hanya memimpin dua laga kualifikasi, yakni antara Myanmar vs Timor Leste dan Kamboja vs Myanmar. Dengan kata lain, duel Indonesia lawan Thailand di Stadion Pakansari akan menjadi kesempatan perdananya di putaran final Piala AFF.
Iida, dari 51 pertandingan internasional yang dipimpin sejak 2012, tercatat sudah memberikan 13 penalti (7 untuk tim tuan rumah, 6 untuk tim tamu). Sebanyak 6 kartu merah (5 untuk tim tuan rumah dan 1 untuk tim tamu) keluar dari sakunya, serta total 165 kartu kuning (83 untuk tim tuan rumah dan 82 untuk tim tamu).
Dengan sederet catatan tersebut, Indonesia tentu tak bisa tenang. Bukan mustahil momen-momen kontroversial kembali hadir, laiknya dua laga semifinal, saat dipimpin wasit Jarred Gaven Gillet (Australia) pada leg pertama, dan Fu Ming pada leg kedua. Kedua nama itu menjadi sorotan publik akubat beberapa kali membuat keputusan yang dinilai kontroversial.
Pada laga pertama final, Rabu (14/12), IIda akan didampingi oleh Yagi Akane (asisten wasit I), Ochi Shinji (asisten wasit II), dan Okabe Takuto (wasit keempat). (ira/JPG)
Perjalanan karier Jumpei Iida:

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
