
Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni dalam konferensi pers menjelang pertandingan antara Indonesia melawan Argentina di media center, Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (18/6).
JawaPos.com – Tim nasional Indonesia melawan timnas Argentina bukan sekadar pertandingan FIFA matchday yang akan diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (19/6).
Perlu digarisbawahi juga bahwa pertandingan ini bukan sebuah laga hiburan karena jarak peringkat antara kedua tim dalam klasemen FIFA terpaut sejauh 149 peringkat.
Timnas Indonesia kini terjerembab di peringkat 150, sementara Argentina merupakan pemuncak klasemen karena mengemban status sebagai juara Piala Dunia 2022.
Melihat selisih peringkat kedua negara dan memprediksi hasil dari perbedaan peringkat yang timpang ibarat sedang bermain suit, Indonesia seperti jari kelingking sementara Argentina layaknya jari telunjuk.
Namun, pertandingan ini bukanlah sebuah peruntungan akan hasil kalah, imbang atau menang untuk skuad Merah Putih, agar memperoleh poin dan perlahan-lahan merangkak naik di peringkat FIFA.
Meski Ketua Umum Persatuan Seluruh Sepak Bola Indonesia (PSSI) Erick Thohir menyatakan akan memberi gelimang bonus untuk para pemain timnas Indonesia apabila sanggup menahan imbang Albicaleste.
Pertandingan FIFA matchday kali ini merupakan pertandingan selamat datang untuk era baru dari wajah-wajah para pemain yang akan dinikmati oleh jutaan pasang mata di atas lapangan sepak bola selama beberapa tahun ke depan.
Timnas Indonesia yang mulai mengatakan akan bangun dari persepakbolaan dengan menaruh optimisme usai meraih medali emas di SEA Games 2023 usai penantian panjang selama 32 tahun medali itu baru diperoleh.
Sementara sang jawara dunia, Argentina, mencoba mencari wajah-wajah baru pengganti generasi Lionel Messi, Angel di Maria, dan Nicolas Otamendi yang dalam hitungan usia produktif pesepak bola tak dapat melanjutkan kiprahnya di edisi Piala Dunia 2026.
Wajah baru Argentina
Pelatih Argentina Lionel Scaloni memang mengungkapkan sedang bereksperimen dengan melakukan sejumlah rotasi pemain pada ajang FIFA matchday melawan Indonesia.
"Bahwa pergantian (rotasi) pemain Argentina di laga ini bukan karena Indonesia lemah. Tetapi, saya ingin mencoba strategi yang baru dan mau bereksperimen," kata Lionel Scaloni dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Minggu (18/6).
Berkaca dari pertandingan melawan Australia, Scaloni memang menurunkan line-up yang berisikan pemain-pemain yang sudah dapat jam terbang di tim Tango dan beberapa pemain pilar yang kini usianya menginjak di atas 30 tahun.
Keputusan memberi waktu istirahat kepada Lionel Messi, Angel di Maria, dan Nicolas Otamendi yang kemungkinan juga bakal disusul oleh pemain seperti Marcos Acuna atau Emiliano Martinez memang hal yang realistis dilakukan Scaloni mengingat masa terbaik dari nama-nama tersebut bisa saja berakhir pada gelaran Piala Amerika atau Copa America 2024.
Kita semua mengamini bahwa pemain sekaliber Messi dengan gelar tujuh Ballon D'or pun bakal habis masanya, yang mungkin bisa saja terjadi dua atau tiga tahun ke depan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
