Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2017 | 02.29 WIB

Belajar dari Kasus Mitra Kukar, Klub Harus Lebih Proaktif

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, saat memeluk Indra Kahfi, usai kemenangan atas Madura United - Image

Manajer Bhayangkara FC, AKBP Sumardji, saat memeluk Indra Kahfi, usai kemenangan atas Madura United

JawaPos.com - Klub-klub peserta kompetisi sepak bola Indonesia harus lebih teliti sebelum menurunkan pemain yang terkena hukuman, baik itu akumulasi kartu maupun hukuman lain dari Komisi Disiplin (Komdis). Klub harus proaktif untuk melakukan kroscek ke pihak-pihak yang berwenang.


Saat ini sepak bola Indonesia dihebohkan dengan hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada Mitra Kukar. Tim berjuluk Naga Mekes itu dihukum kalah 0-3 dari Bhayangkara FC karena menurunkan pemain yang masih mendapat hukuman, yakni Mohamed Sissoko.


Hukuman yang diterima Mitra Kukar dianggap menguntungkan Bhayangkara FC. Klub berjuluk The Guardian ini pun menuai cibiran karena dianggap diuntungkan oleh keputusan dari Komdis. Namun cibiran itu tak digubris oleh tim pelatih maupun manajemen.


Manajer tim, AKBP Sumardji justru mengingatkan tentang pentingnya kroscek status pemain sebelum pertandingan berlangsung. "Saya menerapkan hal ini ke klub saya. Klub berkewajiban untuk melakukan kroscek apakah ada pemain yang akumulasi atau terkena sanksi. Kewajiban klub itu proaktif," kata Sumardji kepada JawaPos.com.


Pada kasus laga lawan Mitra Kukar, Bhayangkara FC sebenarnya sudah mengingatkan untuk mengecek status Sisssoko. Menurut Sumardji, Bhayangkara FC pernah mengalami hal serupa pada kasus Indra Kahfi dan Wahyu Subo Seto. Kedua pemain ini juga dihukum absen dalam dua laga.


Menurut Sumardji, Bhayangkara FC sama sekali tak punya niat untuk mendapatkan kemenangan "cuma-cuma" atas Mitra Kukar. Sebab niat awal mereka adalah memprotes status Sissoko. Sedangkan keputusan menang 3-0 atas Mitra Kukar bukan ranah klub.


"Saya sampaikan, saya tidak ada keinginan seperti itu. Kami hanya protes. Soal putusan itu saya tidak tahu. Demi Tuhan saya tidak tahu," ungkap Sumardji kepada JawaPos.com di Bangkalan, Rabu (8/11) malam.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore