
Kekalahan telak Manchester United dari Como memunculkan sorotan terhadap strategi Michael Carrick. Kapten Bruno Fernandes menilai MU gagal memberikan tekanan yang cukup kepada lawan.(@brfootball/X).
JawaPos.com - Manchester United menelan kekalahan telak 1-4 dari Como pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027, Rabu (21/10/2026). Hasil tersebut memperpanjang tren buruk Setan Merah yang belum meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir.
Usai pertandingan, kapten Manchester United Bruno Fernandes menyoroti pendekatan taktik timnya. Gelandang asal Portugal itu menilai MU tidak mampu memberikan tekanan yang cukup sehingga Como leluasa menguasai bola dan membangun serangan.
Fernandes sendiri ditarik keluar pada menit ke-67 dan digantikan Joshua Zirkzee. Zirkzee kemudian mencetak satu-satunya gol Manchester United pada menit 90+1, ketika timnya sudah tertinggal empat gol.
Dalam keterangannya, Fernandes menjelaskan bahwa Manchester United sebenarnya telah memperkirakan Como bakal mendominasi penguasaan bola dan berusaha memanfaatkan ruang di lini tengah.
“Kami memperkirakan Como akan banyak menguasai bola, mencoba memenuhi area tengah, mengalirkan bola ke sisi lapangan, kemudian kembali masuk ke tengah melalui dua pemain nomor 10 yang biasa mereka gunakan,” ujar Fernandes.
Namun, menurut dia, Como melakukan perubahan komposisi pemain yang tidak sepenuhnya sesuai dengan perkiraan Manchester United. Kehadiran gelandang tambahan membuat pendekatan permainan lawan berbeda dari yang mereka antisipasi.
“Mereka memasukkan satu gelandang tambahan, sesuatu yang tidak kami perkirakan. Kami pikir mereka akan memainkan winger yang lebih menyerang di sisi kanan, pemain yang bertahan lebih melebar daripada bergerak ke dalam seperti Nico (Nicolas Paz),” kata Fernandes.
Fernandes menilai Como bermain berani dan nyaman saat menguasai bola. Sebaliknya, Manchester United dinilai gagal menekan lawan secara efektif sehingga tim tuan rumah leluasa mengembangkan permainan.
“Saya tidak berpikir kami benar-benar menekan mereka atau membuat mereka merasakan tekanan. Kami membiarkan mereka memainkan bola melalui tengah dan melebar ke sisi lapangan, serta mengirimkan umpan ke ruang di belakang pertahanan. Mereka sangat berani melakukannya,” tutur Fernandes.
Baca Juga: Giovani Numberi Ajak Suporter Penuhi Stadion, Madura United Siapkan Teror untuk Persib Bandung!
Dia juga menyinggung keputusan staf pelatih yang tidak menerapkan pressing satu lawan satu secara konsisten. Menurut Fernandes, pendekatan tersebut memberi Como ruang untuk mengalirkan bola dan mengembangkan serangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022