
Michael Carrick (x @utdjournalist)
JawaPos.com – Michael Carrick sekali lagi menyaksikan keajaiban Old Trafford saat Manchester United menghadapi AS Roma dalam fase league Liga Champions kemarin (4/11). United yang tertinggal dua gol pada 17 menit awal comeback dan menang 3-2 berkat brace Matheus Cunha hanya dalam rentang tiga menit (83’ dan 86’).
Situasinya sama persis seperti saat United comeback dari ketertinggalan tiga gol melawan Atalanta BC dalam fase grup Liga Champions 2021–2022. Bedanya, saat itu Carrick masih jadi asisten Ole Gunnar Solskjaer. Kini, Carrick menduduki kursi panas yang pernah dirasakan Solskjaer.
Saat itu, jabatan Ole juga ada di ujung tanduk. Sama dengan Carrick saat ini. Kemenangan atas AS Roma boleh dibilang menyelamatkan jabatan Carrick yang diklaim akan dievaluasi saat jeda internasional atau setelah United menghadapi Aston Villa di Premier League akhir pekan ini (8/11).
Kemenangan atas Giallorossi –sebutan AS Roma– sekaligus mengakhiri streak sembilan laga United tanpa kemenangan. ”Aku tidak memiliki bola kristal untuk mengetahui apa yang bakal terjadi selanjutnya. Kami masih punya laga di akhir pekan, laga yang sangat penting lawan Aston Villa, yang perlu dipersiapkan lebih baik lagi,” tutur Carrick kepada MUTV.
Performa United pada babak pertama saat melawan AS Roma memang buruk dan tanpa struktur permainan yang jelas. Tetapi, setelah turun minum, Bruno Fernandes dkk bermain lebih baik. The Red Devils –julukan United– jauh lebih agresif, lebih padat di lini tengah, dan lebih tajam di serangan.
”Kami sudah membahasnya ketika jeda laga dan itu hanya perlu satu momen. Para pemain memanfaatkan setiap peluang kecil dengan sebaik-baiknya dan penampilan fantastis mereka terbayar (dengan kemenangan, Red),” beber Carrick.
Gelandang Youri Tielemans menyebut, taktik Carrick yang meminta pemain bermain dengan garis pertahanan tinggi jadi kunci comeback. ”Karakter permainan seperti itulah yang dibutuhkan United ke depan,” kata kapten timnas Belgia tersebut seperti dikutip dari Manchester Evening News.
Sementara itu, allenatore AS Roma Gian Piero Gasperini kecewa dengan hadiah penalti untuk United. Penalti pada menit ke-58 itu dieksekusi Fernandes untuk menjadi gol pertama The Red Devils. Meski, Fernandes beruntung penalti diulang setelah ada pemain AS Roma yang masuk ke kotak 16 sebelum tendangan dilakukan. Dalam kesempatan pertama, Fernandes gagal.
”Sangat menjengkelkan masih melihat hadiah penalti seperti itu diberikan di ajang seperti Liga Champions. Penalti itu memberi momentum bagi United dan kami tidak mampu mengimbanginya,” kritik Gasperini dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Baca Juga:Erick Thohir Sebut Penundaan Piala Asia 2027 Untungkan Timnas Indonesia
Sepanjang partisipasi di Liga Champions, empat kali Manchester United mampu comeback dengan mencetak tiga gol atau menang 3-2. Durasi comeback saat mengalahkan AS Roma kemarin (4/11) pun menyamai 2021–2022 saat mengalahkan wakil Serie A lainnya, Atalanta BC.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Prediksi Skor Lillestrom SK vs Viktoria Plzen di Liga Europa: Duel Berpotensi Berjalan Terbuka
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Prediksi Skor Lion City Sailors vs Adelaide United di ACL Two: Tuan Rumah Diunggulkan Menang Lagi

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022