Prancis vs Italia menjadi panggung adu kreativitas Michael Olise dan Sandro Tonali yang dipercaya mengisi peran nomor 10. (Dok. Instagram/@equipedefrance)
Matchday ketiga Grup A1 UEFA Nations League di Stade de France, Saint-Denis, dini hari nanti pun seolah menjadi panggung adu kreativitas pemain nomor 10 pilihan Zizou dan Mancini. Pertandingan ini disiarkan langsung RCTI, MNC Soccer Channel, K-Vision, RCTI+, dan Vision+ mulai pukul 01.45 WIB.
Zizou menunjuk Michael Olise untuk menjalankan peran nomor 10, bukan playmaker Manchester City Rayan Cherki. Di kubu Mancini, Sandro Tonali dipercaya menjalankan peran trequartista alias pengatur serangan Italia.
Jika Olise telah mencatatkan satu gol dan satu assist, Tonali berkontribusi dengan satu assist. Keduanya menjadi sosok penting dalam skema permainan masing-masing tim.
"Dia (Olise) punya bakat yang murni dan dia sangat suka bermain dengan bola. Anda bisa melihatnya. Dia merasakan permainan ini. Aku senang memperhatikan caranya memainkan bola," kata Zidane tentang Olise kepada TF1.
Permainan Olise sebagai nomor 10 juga mendapat pengakuan dari Thierry Henry yang menangani wide attacker Bayern Munchen tersebut di Olimpiade Paris 2024.
"Sekarang, kalian bisa menyaksikan Michael (Olise) dengan versi lebih matang," klaim Henry.
Yang mengejutkan adalah keputusan Mancini memberikan peran nomor 10 kepada Tonali. Posisi asli Sandy—sapaan akrab Tonali semasa membela Newcastle United—bukan gelandang pengatur serangan, melainkan central midfielder (CM).
Kemampuan Tonali sebagai nomor 10 muncul setelah berada di tangan pelatih yang tepat. Sejak dilatih Eddie Howe di Newcastle United, kemampuan Tonali sebagai pengatur serangan semakin terasah bersama Roberto De Zerbi yang menangani Tottenham Hotspur musim ini.
"Sandro pemain yang bisa menjalankan beberapa peran berbeda di lapangan. Dia telah mengambil peran yang lebih konstruktif di Spurs," ulas Antonio Gagliardi, penasihat taktik timnas Italia, kepada Calciomercato.
Di sisi lain, skema 4-3-3 yang diusung Zidane membuat Cherki kehilangan peran sebagai gelandang serang di belakang penyerang alias pemain nomor 10.
Padahal, di klubnya, Manchester City, Cherki menjadi salah satu kreator serangan melalui umpan-umpannya. Bersama Zidane, pemain 23 tahun itu harus mengambil peran sebagai salah satu dari trio gelandang.
Pengamat sepak bola Prancis Tony Chapron menyebut Cherki tidak sesuai dengan karakter permainan Prancis era Zidane yang lebih mengandalkan kekuatan fisik.
"Menurutku, pihak yang paling rugi dengan taktik Zidane adalah Cherki. Dengan talentanya, performa Rayan (Cherki) menjadi biasa saja," beber Chapron kepada Canal+.
Zinedine Zidane dan Roberto Mancini menjadikan timnas besutan mereka, Prancis dan Italia, sebagai tim dengan pendekatan menyerang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022